Sejumlah SPBU di Denpasar Barat ‘Kosong’ Pertamax, Pertamina Sebut Pasokan Tambahan Tiba Esok

0
67

 

Balinetizen.com, Denpasar

Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax masih dikeluhkan masyarakat. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Denpasar Barat dilaporkan kehabisan Pertamax, meski Pertalite masih tersedia.

Persoalan tersebut disampaikan awak media kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai Rapat Koordinasi bersama sejumlah instansi terkait di Depo Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

Menanggapi laporan tersebut, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyatakan kapal pengangkut BBM jenis Pertamax telah dikirim.

“Pasokan tambahan dijadwalkan tiba pada esok Selasa (20/10/2026). Tadi kami juga sudah melaporkan bahkan tidak hanya pasokan Pertamax di SPBU, pasokan untuk Pertamax Hyper Store pun akan kita maksimalkan di hari ini,” ungkap Mars Legowo.

Pihaknya berjanji akan memaksimalkan distribusi Pertamax dan Pertamax Turbo ke sejumlah SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, masyarakat masih harus menunggu realisasi kedatangan pasokan tambahan tersebut hingga BBM jenis Pertamax kembali tersedia di SPBU yang mengalami kekosongan.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan BBM di Bali saat ini rata-rata mencapai 11–12 hari.

Pemerintah menargetkan ketahanan stok meningkat menjadi 15 hari untuk mengantisipasi gangguan distribusi.

Menurut Bahlil, keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa menjadi salah satu penyebab menurunnya cadangan BBM di Bali beberapa hari sebelumnya. Untuk mempercepat pemulihan pasokan, jumlah kapal yang melayani distribusi BBM dari Jawa ke Bali ditambah dari tiga menjadi tujuh kapal.

Bali memiliki dua terminal utama BBM, yakni Fuel Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar. Bahlil menyebut cadangan di Terminal Sanggaran diperkirakan mencukupi kebutuhan empat hingga lima hari, sedangkan cadangan di Terminal Manggis berada di atas 11 hari.

Baca Juga :  Mahfud sebut birokrasi korup dapat menghambat pelayanan publik

“Memang ini kejadian teknis yang terjadi pada manajemen internal arus logistik yang ada pada Pertamina. Namun, apa pun itu, masih merupakan bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama,” ujar Bahlil.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ketersediaan cadangan BBM di tingkat terminal belum otomatis menjamin setiap jenis BBM tersedia di seluruh SPBU. Kelancaran distribusi dari terminal ke SPBU menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Masyarakat kini menantikan realisasi pasokan tambahan Pertamax dan normalisasi distribusi di SPBU, terutama di wilayah Denpasar yang masih mengalami kekosongan.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here