Selesai itu barang! Akhir Mei Gubernur Koster Targetkan Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Capai 90

0
564

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster.

Balinetizen.com, Denpasar

“Selesai itu barang!” Kata-kata yang ibarat “mantra sakti” yang kerap diselorohkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk menunjukkan tuntasnya suatu permasalahan atau hal tertentu tampak akan kembali menunjukkan “kesaktiannya” menandai berakhirnya pandemi Covid-19 di Bali.
Sebab Gubernur Koster “sing main-main” dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Pulau Dewata dan menargetkan Bali menjadi provinsi pertama yang bebas dari pandemi Covid-19. Diyakini Juni ini Bali bisa “tersenyum” dan “say goodbye” Covid-19.
Target terdekat untuk membebaskan Bali dari Covid-19 selain agar tidak ada kasus positif baru yang menjadi perhatian serius Gubernur Koster adalah mempercepat dan memperbanyak angka pasien sembuh dari Covid-19.
“Kami berupaya keras agar mendekati akhir bulan Mei ini tingkat kesembuhan mencapai 90 persen dan laju penambahan pasien positifnya bisa terus menurun. Sehingga dengan demikian Bali segera memasuki posisi titik keseimbangan di mana angka kesembuhan tinggi, kasus positif menurun,” papar Gubernur Koster.
Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat didaulat menjadi narasumber dalam program ‘Sapa Indonesia Pagi’ Kompas TV pada Rabu (13/5/2020) pagi melalui teleconference di Rumah Jabatan, Jaya Sabha, Denpasar.



Gubernur Koster lantas menerangkan  untuk mencapai fase Bali ini bebas Corona adalah yang pertama dikendalikan penambahan jumlah pasien positif hingga titik terendah.
Lalu yang kedua, pasien yang sedang dalam perawatan ditangani dengan fasilitas yang memadai. RS, kamar, dokter, perawat dan lainnya. Sedangkan yang ketiga Bali berupaya betul agar jangan sampai ada pasien yang meninggal.
“Sejauh ini dari kebijakan yang kami jalankan bersama di Provinsi Bali, menunjukkan hasil yang positif karena pola yang kami buat di awal tersebut dijalankan dengan tertib,” tegas Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.
Rata-rata penambahan kasus positif di Bali adalah 7 orang per hari dan angka yang sembuh secara akumulatif pada Rabu, 13 Mei 2020 adalah 220 orang atau 66,27 persen. Yang meninggal tetap 4 orang.
Persentase pasien sembuh dari Covid-19 di Bali paling tinggi secara nasional dan berada di atas rata-rata nasional yang hanya 21,29 persen bahkan di atas rata-rata global yang hanya 35,12.
Sementara persentase pasien Covid-19 yang meninggal di Bali paling rendah secara nasional hanya 1,2 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional yang mencapai 6,66 persen dan juga di bawah rata-rata global di angka 6,83 persen.

Baca Juga :  Bupati Badung Salurkan Bantuan Rp 2 Juta Per KK Bagi Umat Hindu



Berkaitan dengan pencegahan, Gubernur Bali membuat satu pola penanganan dengan manajemen secara bertingkat mulai dari tingkat provinsi dengan melibatkan Pangdam, Kapolda hingga Majelis Desa Adat (MDA)dan PHDI.
“Di tingkat kabupaten/kota ada Bupati/Walikota dan di tingkat paling bawah kami berdayakan desa adat, kearifan lokal yang kami punya yang memiliki suatu fingsi dan kewenangan memadai,” ungkap Gubernur Koster.
Ia menerangkan desa adat sudah diperkuat dengan Perda, dan diberdayakan betul karena dalam lembaga desa adat ada hukum adat yang bisa diterapkan untuk mengatur, mendisiplinkan dan menertibkan warga.
“Karena itu kami lakukan ‘pertempuran’ menghadapi Covid-19 inii di tingkat yang paling bawah dalam lingkup desa adat bersama kelurahan, Babinsa dan pihak lain,” kata Gubernur Koster.
“Bersama Bupati dan walikota kami juga berupaya mengerem pertambahan kasus positif yang banyak terjadi akrena kadatangan PMI dari luar negeri,” tutup Gubernur Koster. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here