Di Jembrana 5 Warga Tuwed Digigit Anjing Rabies

0
510
Korban yang masih bertalian darah ini digigit anjing secara bergantian sejak tanggal 9 Mei sampai 17 Mei lalu.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Lima (5) orang warga Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya digigit anjing rabies. Mereka digigit anjing peliharaannya sendiri dibagian kaki dan tangan.

Kelima warga yang menjadi korban gigitan anjing rabies yakni Kadek Mas Dwi Ardiyanti (13), Putu Mas Eka Yuli Ardiawati (26), Ni Ketut Nardi (48), Nengah Tirta (55) dan Ketut Arnama (53).

Korban yang masih bertalian darah ini digigit anjing secara bergantian sejak tanggal 9 Mei sampai 17 Mei lalu.

Menurut Ni Ketut Nardi (48), anjing pertama kali menggigit anaknya Kadek Mas Dwi Ardiyanti (13). Ia digigit pada hari Sabtu (9/5). Sedangkan anaknya Ni Putu Mas Eka Yuli Ardiawati (26) digigit anjing keesokan harinya pada Minggu (10/5). Sementara dirinya digigit anjing pada hari Jumat (15/5).

Selain dia bersama kedua anaknya, anjing juga menggigit suaminya Nengah Tirta (55) dan iparnya Ketut Arnama (53). Keduanya digigit anjing secara bersamaan pada hari Minggu (17/5).

Diduga karena tidak tahu apalagi digigit anjing peliharaan sendiri, ketiga korban (ibu dan kedua anaknya) ini awalnya tidak berobat ke puskesmas. Mereka baru berobat ke Puskesmas 1 Melaya setelah suami dan iparnya digigit anjing rabies.

“Saya berobat ke puskesmas setelah suami dan ipar saya digigit anjing. Anak saya Putu Mas yang digigit (anjing) tangannya. Kalau yang lain di kaki” ujar Ni Ketut Nardi, Minggu (24/5).

Kepada petugas juga dilaporkan bahwa anjing yang menggigitnya itu adalah anjing peliharaanya sendiri. Anjing itu didapat sekitar tiga bulan lalu dari seseorang di Kelurahan Lelateng.

Melihat perilaku anjing peliharaannya semakin aneh dan bertambah galak, korban (pemilik anjing) pada hari Rabu (20/5) kemudian melaporkanya kepada petugas.

Baca Juga :  KPU Jenbrana: Coklit di Banjar Munduk Usai Isolasi Banjar

Oleh petugas kemudian diambil sampel otak anjing untuk diperiksakan di Lab Veteriner Denpasar. Anjing Diketahui rabies setelah hasil pemeriksaan sampel otak anjing dari Laboratorium Veteriner Denpasar keluar, Sabtu (23/5) kemarin.

Mengetahui hal ini (positif rabies), saat itu juga kelima korban kemudian diberikan VAR oleh petugas dari Puskesmas 1 Melaya.

Ida Bagus Made Adnyana, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Jembrana mengatakan mendapati laporan adanya warga digigit anjing rabies pihaknya langsung melakukan penelusuran ke lokasi.

“Dari penelusuran teman-teman bersama Bidang Keswan kemarin, yang digigit anjing ada lima orang. Karena ini anjing peliharaan dan diikat” ujarnya.

Terhadap kelima korban gigitan anjing rabies menurutnya, sudah mendapat penanganan di Puskesmas 1 Melaya pada Sabtu (3/5) kemarin.

Pihaknya juga sudah melakukan faksinasi terhadap anjing peliharaan warga lainnya disekitar lokasi rumah korban guna mencegah penularan rabies.

“Tadi pagi sampai siang juga dilakukan faksinasi dan penelusuran terhadap beberapa anjing liar di desa setempat” ujarnya, Minggu (24/5).

 

Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here