Balinetizen.com, Jembrana –
Banyaknya penyelenggaran adhoc Pilkada Jembrana yang harus menjalani rapid test, pelaksanaan rapid test dilaksanakan selama dua hari yakni pada Jumat (12/6) dan Sabtu (13/6).
Sebelumnya, pada Jumat (12/6) kemarin, lima (5) orang Komisioner KPU Jembrana beserta staf sekretariat menjalani rapid test Covid-19. Dari rapid test tersebut, baik Komisioner KPU Jembrana maupun staf sekretariatan dinyatakan non reaktif.
Sementara dari 346 orang penyelenggara adhoc yakni 40 orang di tingkat Kecamatan (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan 306 orang di tingkat Desa (Panitia Pemungutan Suara), tiga (3) orang diantaranya dinyatakan reaktif.
Rapid tes dilaksanakan di 10 puskesmas yang tersebar di lima kecamatan di Jembrana. Rapid test terakhir dilaksanakan pada Sabtu (13/6).
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, I Gusti Agung Putu Arisantha di Hotel Jimbarwana mengatakan hasil dari rapid tes bagi para penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa, ada tiga (3) orang yang reaktif.
“Tiga orang yang reaktif itu, dari Kecamatan Melaya dan Kecamatan Negara. Untuk Komisioner dan jajaran sekretariat KPU Jembrana semuanya non reaktif” terang Arisantha, Sabtu (13/6).
Tiga orang yang diketahui reaktif itu kata dia, dua orang merupakan penyelenggara tingkat desa dan sekretariat di desa. Sedangkan satu orang merupakan sekretariat kecamatan (PPK). Ketiganya selanjutnya diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.
Secara prosedur lanjutnya, ada dua opsi bagi pasien reaktif. Opsi pertama dirujuk ke RSU Negara, yang mana pihak Gugus Tugas selanjutnya berkoordinasi dengan RSU terkait ketersediaan ruangan. Sedangkan opsi kedua, menjalani karantina mandiri di rumah.
“Untuk memastikan apakah positif atau negatif Covid-19, keitiganya akan diswab. Kita sekarang menunggu jadwal pengambilan sampel swab atau tes PCR” terang Arisantha.
Rapid test bagi para penyelenggara pemilu termasuk staf sekretariat, baik (KPU) maupun penyelenggara adhoc tingkat kecamatan dan desa guna memastikan bebas dari Covid-19.
Pewarta : Komang Tole

