Ditengah Pandemi Covid-19, Kakao Jembrana Sukses Catat Ekspor 20 Ton

0
351
Gubernur Bali Wayan Koster.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Ditengah pandemi covid-19 yang masih berlangsung, Kakao Jembrana masih mampu menorehkan hasil luar biasa. Sebanyak 20 ton kakao Jembrana sukses diekspor ke Jepang.

Pelepasan biji kakao komoditi ekspor dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Bali Wayan Koster dengan pemecahan kendi disaksikan langsung Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati, Anggota DPR RI Dapil Bali Made Urip, Bupati Jembrana I Putu Artha serta Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, di Subak Abian Dwi Mekar Desa Pohsanten Kecamatan Mendoyo, Kamis (20/8)

Selain pelepasan ekspor, juga diserahkan bantuan pertanian berupa Peralatan Pasca Panen (Gudang Pengolahan, Solar drayer dome beserta kelengkapannya) serta benih tanaman kakao. Selain itu, difasilitasi anggota DPR RI dapil Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Made Urip, juga diserahkan bantuan pemerintah pusat sebanyak 100.000 pohon kakao, bibit Kelapa genjah sebanyak 12.000 dan NPK.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi langkah Pemkab Jembrana yang terus mengenjot sektor pertanian khususnya komoditas kakao. Program itu menurutnya selaras dengan Visi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Gubernur Koster mengatakan sudah memfasilitasi potensi kakao Jembrana dengan dukungan serta pembangunan dari hulu ke hilir.

” Potensi ini kita dorong terus dan membantu meningkatkan produksinya serta perluas areal pertaniannya. Ini bagian upaya kita bersama membangun prekonomian provinsi Bali berbasis pertanian sesuai visi nangun sat kerthi loka bali,” kata Koster.

Koster juga menambahkan, untuk mengubah dan memperbaiki struktur fundamental perekonomian bali yang selama ini bertumpu pada pariwisata hingga 52 persen , perlu didukung upaya menggenjot sektor pertanian.

” Selama ini kita terlalu asik membangun pariwisata sampai kita meninggalkan unsur utama prekonomian bali yang berbasis pada pertanian . Harusnya pertanian ini di bangun dengan betul-betul dengan komitmen sangat nyata kebijakannya yang bisa mendorong pembangunan dari hulu ke hilir. sebagai sumber utama perekonomian yang baik. maka sekarang mulai kita tata secara perlahan lahan,” sambungnya .

Baca Juga :  Penemuan Mayat WNA Mengapung di Uluwatu, Istri Ungkap Pesan Terakhir

Selain itu Munculnya pandemi covid-19 harus dijadikan momentum untuk membenahi perekonomian di bali . Menyeimbangkan antara sektor pariwisata, pertanian dan industri berbasis budaya branding Bali terutama yang bersumber dari pangan dan sandang .

“Jadi ini yang kita lakukan kedepan sebagai program visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. dan setiap kabupaten mempunyai ke unggulan masing-masing,”tandasnya.

Hal senada disampaikan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. IB Wisnuardhana. Ia juga mengakui sektor pertanian di Jembrana sangat besar potensinya. Selain Kakao dan Kelapa Genjah, kini juga ada Vanili yang pengembangannya semakin menggeliat. Terutama yang akan dikembangkan Kakao permentasi melalui Program Kakao Lestari Jembrana yang harganya cukup tinggi atau diatas Rp.50 ribu per kilogram. (Humas Pemkab Jembrana)

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here