Foto: Emiliana Sri Wahjuni, Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasa dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tampak bersepeda dalam suatu kesempatan.
Balinetizen.com, Denpasar
Emiliana Sri Wahjuni, Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar, mengajak warga Denapsar semakin menggalakkan gerakan cinta dan gemar bersepeda khususnya di Kota Denpasar. Ia juga mendorong agar jalur bersepeda di Denpasar dapat diperbanyak.
Hal ini disampaikan Emiliana Sri Wahjuni berkaitan dengan momentum peringatan Hari Sepeda Sedunia, atau World Bicycle Day yang jatuh pada hari ini 3 Juni 2021. Hari Sepeda Sedunia tahun 2021 ini memiliki tema “Keunikan, keserbagunaan, dan umur panjang sepeda sebagai moda transportasi yang sederhana, berkelanjutan, ekonomis, dan andal.”
“Bersepeda itu menyehatkan dan murah. Kita harus galakkan gerakan dan budaya bersepeda di Kota Denpasar sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan,” kata Emiliana Sri Wahjuni saat dihubungi, Kamis (3/6/2021).
Pihaknya pun mendukung penuh rencana Pemerintah Kota Denpasar membuat jalur sepeda sepanjang 25 kilometer untuk memudahkan dan memberi kenyamanan kepada pengguna dan pengemar olahraga sepeda yang terintegrasi dengan jalur angkutan umum, seperti angkutan bus Trans Metro Dewata.

Dengan dibukanya jalur sepeda yang juga terintegrasi dengan jalur angkutan Trans Metro Dewata diharapkan dapat membangkitkan masyarakat yang belakangan ini banyak melaksanakan kegiatan bersepeda. Jalur sepeda sepanjang 25 kilometer ini baru proses tahap pertama di tahun 2020, tahap kedua akan dilanjutkan pada tahun 2021 ini.
Adapun rute dari jalur tahap pertama ini dari Gedung Dharma Negara Alaya, menuju Jalan Ahmad Yani, Jalan Maruti, Jalan Sutomo, selanjutnya menuju Jalan Gajah Mada. Di Jalan Gajah Mada ini juga terdapat tempat pemberhentian bus Trans Metro Dewata, yang mana bus ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pesepeda.
Sedangkan untuk rute ke arah timur melalui Jalan Kapten Agung, Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Moh Yamin, Jalan Raya Puputan, menuju Jalan Hang Tuah lalu sampai di Pantai Sanur.
Untuk rute arah balik melalui Jalan Hang Tuah, Jalan Raya Puputan, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, dan Jalan Setiabudi menuju ke Gedung Dharma Negara Alaya. Selain di Jalan Gajah Mada, untuk pemberhentian bus Trans Metro Dewata juga ada di Terminal Ubung.
“Mari warga Denpasar budayakan bersepeda. Pemerintah juga harus buat jalur bersepeda di Denpasar agar para pesepeda nyaman. Buatkan juga aturannya agar tertib, jangan sampai ada konflik antara pemotor dan pesepeda seperti yang pernah terjadi di Jakarta,” kata Emiliana Sri Wahjuni, legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Untuk diketahui, Hari Sepeda Sedunia, atau World Bicycle Day diperingati setiap tahunnya pada 3 Juni sejak tahun 2018. Tahun 2021, Hari Sepeda Sedunia sendiri diperingati karena bersepeda memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa untuk semua kelompok umur. Di tengah pandemi COVID-19 dan sepeda adalah moda transportasi yang lebih baik, yaitu terjangkau, ramah lingkungan, dan sehat.
“Kita harus tetap menjaga imunitas dan tetap sehat di masa pandemi, salah satunya dengan rajin berolahraga bersepeda,” ajak Emiliana Sri Wahjuni yang akrab disapa Sis Emil ini.

Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini mengatakan, selain menyehatkan, bersepeda juga adalah bentuk kecintaan kita terhadap lingkungan. Sebab sepeda adalah moda transportasi yang sangat ramah lingkungan.
Bersepeda dapat mengurangi tingkat polusi udara di Kota Denpasar yang selama ini Denpasar dianggap sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi yang cukup mengkhawatirkan.
Untuk diketahui polusi udara di Bali khususnya di Kota Denpasar adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya makin meningkat setiap tahun. Hal ini karena makin bertambahnya kendaraan bermotor yang disebabkan sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik.
“Saya setuju bersepeda dikampanyekan digalakkan di Kota Denpasar untuk mengurangi polusi udara dan agar Denpasar jadi ramah lingkungan. Jadi jalur sepeda juga harus ditambah. Ini agar sejalan dengan Denpasar yang jadi Smart City khususnya pada aspek smart environment dan smart mobility,” pungkas Emiliana Sri Wahjuni. (dan)

