Adhi Mahendra Putra Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Jembrana Bali, Ajak Bersama Wujudkan Pemilu 2024 sebagai Sarana Integritas Bangsa

0
129

Foto: Anggota Badan Sosialisasi MPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra, M.H., M.Kn., (Amatra) menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada Senin 22 Januari 2024 di Hotel Jimbarwana, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Balinetizen.com, Jembrana

Tinggal dalam hitungan hari segenap rakyat Indonesia bersiap menyambut pesta demokrasi Pemilu 14 Februari 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR RI, Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Anggota DPRD Provinsi serta Anggota DPD RI.

Anggota Badan Sosialisasi MPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra, M.H., M.Kn., (Amatra) mengingatkan komitmen semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan Pemilu tahun 2024 sebagai sarana integritas bangsa. Karena itulah nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dinilai berperan penting dalam mewujudkan Pemilu tahun 2024 sebagai sarana integritas bangsa serta menjaga keutuhan bangsa ini agar tidak terpecah belah karena perbedaan pilihan politik.

Hal tersebut disampaikan Adhi Mahendra Putra dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dengan tema “Empat Pilar sebagai Landasan Pemilu” pada Senin 22 Januari 2024 di Hotel Jimbarwana, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali yang diikuti masyarakat Jembrana dari berbagai elemen dan latar belakang.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang disosialisasikan yaitu, Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Di awal paparannya, Adhi Mahendra Putra yang akrab juga disapa Gus Adhi ini mengingatkan komitmen bersama penyelenggara Pemilu dan seluruh pemangku kepentingan Pemilu untuk mewujudkan Pemilu tahun 2024 sebagai sarana integritas bangsa. Lalu melaksanakan Pemilu tahun 2024 secara langsung, umum, bebas rahasia, jujur dan adil.

Kemudian, melaksanakan Pemilu 2024 yang berintegritas dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil. Yang tidak kalah penting pula mewujudkan Pemilu tahun 2024 untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca Juga :  Wabup Suiasa Hadiri Perayaan Bulan Bung Karno di Kabupaten Badung

Semua hal tersebut diyakini dapat terwujud jika selemen eleman anak bangsa berpegang teguh pada komitmen nilai-nilai luhur nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.

“Kita perlu terus ingatkan kembali pentingnya kehadiran implementasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan terlebih di tahun-tahun politik jelang Pemilu 2024. Persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Jangan sampai karena beda pilihan dalam Pemilu kita terpecah belah sebagai sebuah bangsa,” ujar Anggota Komisi II DPR RI Dapil Bali itu seraya mengingatkan bahwa ”yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan” karena tidak jauh berbeda dengan konsep Pemilu, dimana secara filosofis tujuan akhir dari Pemilu adalah kesejahteraan rakyat.

Wakil rakyat yang akran disapa Gus Adhi itu lebih lanjut mengatakan bahwa pemilu sarana integrasi bangsa juga tercermin dalam kepatuhan peserta pemilu terhadap aturan yang ada. Proses kontestasi pemilu diharapkan diikuti sesuai regulasi, tanpa mencari celah hukum untuk membenarkan tindakan yang kurang etis.

Selain itu, kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat pemilih juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan logo pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Masyarakat pemilih, sebagai pemegang hak suara, diharapkan menjalankan peran sebagai pemilih berdaulat dan cerdas. Diharapkan memilih secara rasional, bukan berdasarkan emosi atau kepentingan politik transaksional.

Sebagai pemantik integrasi bangsa, kolaborasi, koordinasi, dan sinergi antar lembaga, kementerian, kelompok masyarakat sipil, serta organisasi yang menjadi stakeholder utama dan berperan besar dalam pemilu dianggap penting. Upaya ini diarahkan untuk memperjuangkan dan mempertahankan cita-cita bangsa, terutama mengingat karakteristik keberagaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat penting dilakukan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tahun politik jelang Pemilu 14 Februari 2024 yang sudah di depan mata. Masyarakat juga kita harapkan jangan tergiung iming-iming politik uang atau money politik dan jangan sampai terjebak pada penyebaran berita bohong atau hoaks,” pesan Adhi Mahendra Putra.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Hadiri Bulan Bakti Gotong Royong di Kelurahan Kesiman

Pemilu tanggal 14 Februari 2024, bukan hanya sebagai hari kasih suara atau hari pencoblosan, sekaligus bertepatan peringatan hari kasih sayang atau dikenal valentine day. Momentum spesial tesebut diharapkan dapat menambah spirit bahwa pemilu nanti harus dapat menyatukan masyarakat, menghargai dan menghormati pilihan politik yang berbeda serta menerima hasil pemilu dengan legowo.

“Sehingga kalau kita pahami lagi, kasih sayang, bagaimana kita menekankan adanya suatu persamaan hak, sehingga untuk memperkuat jalinan yang kita sebut sebagai persatuan, dan musyawarah, gotong royong dan lainnya,” terang Anggota Fraksi Golkar DPR RI itu

Lebih lanjut wakil rakyat yang sudah dua periode mengabdi di DPR RI memperjuangkan kepentingan Bali ini mengatakan harus diwujudkan demokrasi yang bermartabat dengan partisipasi masyarakat yang lebih banyak mewujudkan pilihannya dengan berbasiskan hati nurani.

Dia juga menegaskan bahwa pendidikan politik ini penting dilakukan sehingga generasi muda kita tidak semakin jauh dan semakin apatis dengan politik. Apalagi pemilih kita saat ini 54% adalah generasi milenial dan Z. Dimana generasi milenial dan juga merupakan embrio pembangunan bangsa depan bangsa.

“Jadi Pemilu 2024 merupakan gerbang Demokrasi Indonesia Maju. Jadi benar-benar harus dikawal dengan baik sehingga mereka mau dan mampu pemilih yang cerdas dan tidak golput. Yang penting juga kita harus hentikan money politics dan intimidasi,” tegas wakil rakyat yang sukses mengawal dan memperjuangkan lahirnya Undang-Undang Provinsi Bali dan dikenal sebagai wakil rakyat berhati mulia, gemar berbagi dan dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini

Adhi Mahendra Putra lantas mengingatkan kembali visi dan misi bernegara berdasarkan Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Visi negara Indonesia yakni menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Baca Juga :  Sosialisasi Saber Pungli di Jembrana, Laporkan Jika Pemda Memungut Iuran di Luar Pajak

Sedangkan misinya yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Visi misi bernegara itu harus kita wujudkan dan kita topang kuat dengan implementasi nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. Kita ingin membangun rumah kebangsaan yang kokoh sehingga perlu ditopang dengan Empat Pilar Kebangsaan,” kata politisi senior Golkar asal Jero Kawan, Kerobokan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali itu.

Dia lantas mengingatkan bahwa kehadiran Pancasila yang semakin jauh dari kehidupan masyarakat ini memicu terjadinya degradasi moral. Dengan sosialiasi Empat Pilat Kebangsaan ini diharapkan masyarakat khususnya generasi muda

Selain persoalan degradasi moral, demokrasi di Indonesia juga dinilai kurang berjalan bagus karena terlalu kebablasan dari sisi etika politiknya, tingginya cost politik dan makin maraknya praktik politik uang atau money politic.

”Jadi ada dua persoalan besar bangsa yakni etos Pancasila dan yang kedua perjalanan demokrasi bangsa, karenanya saya mengangkat tema ini Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan Dalam Menyongsong  Pemilu Serentak 2024. Dalam Pancasila kita tekankan pentingnya nilai moral dan saya juga ingin menggugah kesadaran masyarakat bahwa suara kita untuk Indonesia,” pungkas Adhi Mahendra Putra yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Bali ini. (ana)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here