Aliansi Mahasiswa Nusantara Dukung Penuh Pemberian Gelar Pahlawan Untuk Soeharto

0
370

 

Balinetizen.com, Buleleng

Presiden RI ke dua alm. HM. Soeharto mendapat dukungan penuh dari Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) untuk diberikan penghargaan sebagai Pahlawan.

Wujud dukungan pemberian Gelar Pahlawan untuk alm. HM. Soeharto ini,
Aliansi Mahasiswa Nusantara melakukan deklarasi di Kafe De Kakiang, Singaraja pada Sabtu, (8/11/2025).

“Gelar Pahlawan untuk Pak Harto adalah pengakuan bahwa pembangunan, stabilitas, dan kedisiplinan bukan sekedar kebijakan masa lalu. Melainkan pondasi etis dari ke Indonesiaan warisan historis yang layak di ingat dan diteladani,” ucap tegas Ketua DPP FP2D, M. Zulkipli

Menurut dia terdapat tiga progres kepahlawan Soeharto. Diantaranya perjuangan fisik dalam revolusi saat Serangan Umum 1 Maret 1949, peperangan dalam pertempuran 5 Hari di Semarang pada 19 Oktober 1945 adalah bukti konkret bagaimana soeharto mempertaruhkan jiwa raganya untuk Bangsa dan Negara.

“Dalam era kepemimpinan Soekarno, Soeharto sukses memimpin operasi Trikora, menjalankan perintah Supersemar dan lainnya.
Soeharto meninggalkan jejak abadi dalam sejarah Indonesia,” terang Zulkipli yang juga Ketua LS Vinus

Lebih lanjut dikatakan Soeharto membangun bukan sekedar gedung dan jalan. Tetapi juga rasa percaya diri bangsa, bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

“Di bawah kepemimpinan Pak Harto, pembangunan dirancang sebagai strategi jangka panjang berlandaskan disiplin dan keteraturan. Repelita, transmigrasi, swasembada pangan, dan jaringan irigasi desa menjadi wujud visi integral: meneguhkan fondasi kesejahteraan rakyat dalam kerangka nasional yang kokoh,” ujar salah satu pemateri yakni Drs. Ketut Soeharto asal Desa Pegayaman

“Jika hari ini bangsa Indonesia memberi gelar pahlawan untuk Pak Harto, sesungguhnya itu adalah cermin kedewasaan berbangsa: berdamai dengan sejarah dan mengakui bahwa di tengah masa-masa sulit, pernah ada seorang pemimpin yang meneguhkan arti keteguhan.” Ujar Soeharto.

Baca Juga :  Duta Denpasar dalam Lomba Baleganjur PKB XLVII Tahun 2025 Walikota Jaya Negara Hadiri Pembinaan Sekaa Gong Gita Jaya Semara, Lumintang

Menanggapi pertayaan 3 penanya dari Ormawa, ketiga pemateri menanggapi saatnya Gen Z menjadi jembatan sejarah guna meronstruksi rekosialisasi era orde lama, orde Baru dan reformasi.

” Tidak ada peraihan kekuasaan tanpa pengorbanan seperti kasus romusha diera pendudukan jepang, korban tragedy kelabu Penumpasan G30 S PKI, tragedy kelabu Mei 1998 dan berbagai masalah yang mencederai persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Zulkipli dalam menjawab 2 pertanyaan Audiens dari Kampus Undiksha dan Agus dari Aktivis KMHDI.

Mwejawab pertanyaan ada beberapa masalah di era pemerintahan di era soeharto. Drs soeharto memaparkan keberhasilan soeharto dalam meningkat ekonomi, sektor pertanian, kestabilan harga, kesehatan dibidang KB, meski 32 tahun disoroti angka KKN yang merebak kedua pembicara tetap fokus pada pola manajemen pemerintahan yang terlalu lama.

Keritiga pembicara, Kriteria gelar pahlawan nasional di Indonesia diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

” Gelar pahlawan buat suharto layak sandangkan guna rekonsiliasi kebangsaan,” pungkas Zulkipli diamini Drs Soeharto.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan Deklarasi kesepakatan persetujuan HM Soeharto sebagai Pahlawan nasional Oleh Ketua Aman Bali wayan Ahmad Hisam Prasetya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here