Anggota Komisi IV DPRD Buleleng Kunjungi Sekolah Evaluasi Perkembangan Progres Permasalahan ‘Calistung’

0
249

 

Balinetizen.com, Buleleng

Perkembangan penanganan ratusan siswa SD maupun SMP yang kesulitan membaca, menulis dan berhitung (calistung) di Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian serius dari DPRD Kabupaten Buleleng, terutama dari Komisi IV DPRD Buleleng. Terbukti pada Kamis, (5/6/2025) Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Buleleng Nyoman Sukarmen didampingi Tim Ahli DPRD Buleleng Dr. Drs. Ketut Gunawan, MM mengunjungi SDN 2 Busungbiu, SDN 3 Busungbiu, dan SMPN 5 Busungbiu. Begitu juga kesigapan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Buleleng yakni drh. Nyoman Dhukajaya,M.Si bersama Sekretaris Dewan Pendidikan Buleleng Dr. I Made Bagus Andi Purnomo, S.Pd, M.Pd. melakukan kunjungan ke SDN 2 Desa Alasangker dan ke SMPN 5 Singaraja di Desa Pengelatan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng sebagai lanjutan dari program kerja Komisi IV dalam menindaklanjuti isu literasi dasar di lingkungan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Sedangkan anggota Komisi IV lainnya yakni Ni Kadek Turkini, SH, A.A. Ketut Widia Putra, dan Ni Wayan Parlina Dewi, S.Pd., melakukan kunjungan ke SMPN 1 Seririt, SMPN Satu Atap 2 Banjar, SDN 3 Tigawasa, SDN 1 Tukadmungga, SDN 2 Tukadmungga, dan SDN 3 Tukadmungga. Mereka menyoroti tidak hanya masalah baca tulis, tetapi juga persoalan pemenuhan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar-mengajar.

Ketua Komisi IV, Nyoman Sukarmen mengapresiasi para guru yang telah bekerja keras mengatasi kesulitan baca tulis di sekolahnya masing-masing.

“Dengan adanya progres luar biasa ini, saya mengapresiasi para guru yang telah bekerja secara maksimal. Ini menjadi tolak ukur untuk menekan angka siswa yang belum bisa membaca dan menulis di Buleleng,” ujarnya.

“Seluruh data dan temuan dari kunjungan ini, akan dikumpulkan untuk dibahas secara internal sebelum dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng,” tandas Sukarmen.

Baca Juga :  Prajurit TNI Yonif 645 Karya Bakti di Ponpes Quran Hadist Al-Hikam Sambas

Sementara itu saat media ini mengikuti kunjungan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Nyoman Dhukajaya bersama Sekretaris Dewan Pendidikan Buleleng Bagus Andi Purnomo ke SDN 2 Desa Alasangker dan ke SMPN 5 Singaraja di Desa Pengelatan dapat berinteraksi langsung dengan para siswa didampingi kepala sekolah masing-masing.

Disela-sela kunjungan di SDN 2 Alasangker, Kepala SDN 2 Alasangker Nyoman Santika yang pertanggal 5 Juni 2025 dimutasi ke SDN 1 Pohbergong, Kecamatan Buleleng, didampingi penggantinya Putu Suparmi yang sebelumnya Kepala SDN 4 Kelurahan Penarukan saat dikonfirmasi mengatakan di SDN 2 Alasangker terdapat 8 siswa yang tidak lancar baca, tulis dan berhitung, diantaranya 3 siswa duduk di kelas IV dan 5 siswa duduk di kelas V. Namun dalam pembinaan dan penanganan yang dilakukan secara khusus, maka dari 8 siswa hanya 1 siswa perkembangannya sudah bagus sehingga tidak lagi mendapat penanganan khusus. Kini tinggal 7 siswa yang masih dalam penanganan serius oleh pihak sekolah.

“Kami didampingi mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan (IMK) Singaraja terus melakukan pembinaan dan mendampingi ke 7 siswa untuk melakukan pengajaran hingga kenaikan kelas. Artinya ke 7 siswa ini tetap mendapat pendampingan dan pengajaran secara intens,” terangnya.

Sementara itu Kepala SDN 2 Alasangker yang baru yakni Putu Suparmi mengaku bahwa sebagai kepala sekolah yang baru, akan melanjutkan kebijakan Kepala SDN 2 Alassangker terdahulu, khususnya dalam menangani para siswa yang belum lancar membaca dan menulis.

“Saya sebagai kepala sekolah yang baru, akan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Dalam hal ini, apa yang menjadi program kepala sekolah sebelumnya, saya pribadi akan melanjutkan program-programnya (berkolaborasi). Mengingat saya belum tahu dan belum mengenal karakter siswa dan guru di SDN 2 Alasangker,” tandasnya.

Usai melakukan kunjungan di SDN 2 Alasangker, kunjungan DPRD Buleleng dan Dewan Pendidikan melanjutkan kungjungan ke SMPN 5 Singaraja di Desa Pengelatan.

Baca Juga :  Pakar Statistik IPB Sebut Hitung Cepat Memiliki Tingkat Akurasi Tinggi

Dikonfirmasi disela-sela kunjungan di SMPN 5 Singaraja, Kepala SMPN 5 Singaraja Ketut Ngurah Yasa, S.Pd, M.Pd mengatakan disekolahnya ini, sebelumnya terdapat 14 siswa yang tergolong siswa tidak lancar baca tulis dan berhitung. Alhasil setelah ditangani secara intensif, terdapat 4 siswa sudah menjadi siswa yang lancar baca tulis dan berhitung.

“Disekolah kami awalnya ada 14 siswa, kini tinggal 10 siswa dalam penanganan dari guru BK dan guru Bahasa Indonesia dengan waktu 2 jam,” jelasnya.

Iapun menyebut dalam kelulusan tahun ini, terdapat 1 siswa dalam penanganan khusus, diluluskan dengan catatan.

“Ditahun ajaran 2024-2025, kelas IX lulus 100 persen, termasuk siswa yang mendapat penanganan secara khusus. Dalam hal ini
kelulusannya itu, melalui pertimbangan-pertimbangan sehingga layak untuk diluluskan. Hanya saja dengan catatan,” tandas Ketut Ngurah Yasa.

Dari hasil kunjungan di dua sekolah ini, Sekretaris Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Dhukajaya menerangkan bahwa dirinya melakukan kunjungan ke SDN 2 Alassangker dan SMPN 5 Singaraja ini adalah untuk melihat dan mengetahui secara langsung terkait perkembangan penanganan para siswa yang tergolong belum lancar baca, tulis maupun berhitung. Karena calistung ini merupakan dasar pengetahuan untuk menimba ilmu disekolah.

“Kalau calistung ini saja belum bagus, bagaimana bisa menerima pelajaran yang lain. Untuk itu pengerahuan dasar ini, harus bisa dilalui dengan baik untuk bisa mengerti dan memahami setiap pelajaran yang diterimanya di sekolah,” ucapnya tegas.

Dan dari hasil kunjungannya didua sekolah dengan berinteraksi langsung dengan para siswa, menurut Dhukajaya masih ditemukan beberapa siswa yang tidak lancar baca dan tulis. Namun demikian sudah ada perkembangan yang signifikan, setelah dilakukan pendampingan baik oleh tim guru di sekolah bersangkutan bersama mahasiswa IMK Singaraja.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Lepas Kontingen Pornas KORPRI XVI

“Dari hasil kunjungan dan berinteraksi dengan para siswa di dua sekolah ini, sudah ada perkembangan yang positif, kendatipun masih ditemukan siswa yang belum lancar baca tulis di SMPN 5 Singaraja. Dan saya apresiasi para guru melakukan pendampingan terhadap para siswanya yang masih kesulitan membaca dan menulis. Artinya dari pantauan sudah ada perkembangan bisa membaca, dengan ditemukan 1 siswa yang disklesia, kesulitan untuk mengeja,” paparnya

“Saya yakin persoalan ini akan segera terselesaikan dalam kurun waktu 6 bulan sesusi jadwal,” ujar Dhukajaya menandaskan.

Dosen IMK yang juga sebagai Sekretaris Dewan Pendidikan Buleleng Bagus Andi Purnomo mengatakan sangat mengapresiasi kunjungan anggota dewan di SDN2 Alasangker dan di SMPN 5 Singaraja di Desa Pengelatan ini, guna melihat langsung perkembangan para siswa belum atau ada yang tidak lancar membaca dan menulis.

“Saya akui, kini keberadaan para siswa yang belum dan tidak bisa membaca menulis ini mendapat perhatian serta penanganan serius dari instansi terkait, baik legeslatif maupun eksekutif, perguruan tinggi dan terutama para guru disekolah setempat.

“Perhatian dari Pemkab Buleleng dan DPRD Buleleng patut diapresiasi yang langsung melakukan penanganan khusus terhadap para siswa ini,” ucapnya.

Persoalan pendidikan calistung, menurut mantan wartawan ini lebih difokuskan saat di kelas 1,2 dan 3 sekolah dasar. Sehingga untuk pendidikan ketingkat selanjutnya sudah tidak ada masalah lagi.

“Calistung ini fokus pendidikannya di tingkat dasar. Jangan sampai ketidak pahaman siswa terhadap membaca dan menulis berlarut-larut hingga diluluskan untuk menempa ilmu kejenjang SMP,” ujar Bagus Andi Purnomo menegaskan. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here