Ari Dwipayana : Bangkitkan Patriotisme untuk Keluar Dari Ancaman Pandemi

0
308

Balinetizen.com, Denpasar

Semangat kebersamaan dan jiwa patriotisme justru semakin menguat di saat kita semua menghadapi tantangan pandemi Covid-19 saat ini. Hal itu disampaikan oleh AAGN Ari Dwipayana, Pembina Gita Santih Nusantara saat sebagai keynote speaker, dalam Dialog Kebangsaan dan Doa Bersama Untuk Bangsa Pahlawan dan Tenaga Kesehatan secara online, yang dilaksanakan oleh Gita Santih Nusantara, Sabtu (14/08).

Ari Dwipayana menegaskan bahwa sejarah selalu mencatat, bahwa ketika bangsa ini menghadapi ujian dan tantangan, semua anak-anak bangsa Indonesia akan selalu terpanggil dan berkorban untuk tanah air.

” Saya yakin dengan semangat kebersamaan dan persatuan. Kita semua akan tetap bisa menjaga kapal besar, Indonesia, tetap kuat dalam menyeberangi krisis” tegas Koordinator Staf Khusus Presiden ini.

Dijelaskan Ari, ditengah berbagai kesulitan akibat pandemi, di seluruh pelosok negeri, warga bangsa saling menjaga antar-anggota keluarga, antartetangga, dan antarkampung, Hal ini menegaskan keterbatasan tidak menghalangi diantara anak bangsa untuk saling memberi, berbagi, dan menggalang solidaritas.

Lebih lanjut, Ari mengajak seluruh peserta dialog kebangsaan menundukkan kepala sejenak, mengheningkan cipta, untuk mengenang jasa para patriot, pahlawan kemanusiaan yang gugur demi menyelamatkan penderita Covid-19.

Indonesia Rumah Besar Toleransi Beragama dan Toleransi Sosial.

Kegiatan dialog kebangsaan ini juga menghadirkan Marsekal TNI (Dr (H.C) Hadi Tjahjanto,S.I.P ( Panglima Tentara Nasional Indonesia untuk memberikan orasi kemerdekaan, sesuai tema dialog “Memaknai Kemerdekaan Melalui Toleransi dan Kedamaian”.

Panglima TNI menyampaikan bagaimana indahnya toleransi antar umat beragama dan toleransi sosial yang ada di bumi pertiwi Indonesia, yang menjadi rumah bersama kita semua, apapun latar belakang Agama, suku bangsa, budaya, dan bahasanya. Panglima TNI menceritakan bagaimana Indahnya toleransi tersebut hidup secara real di tengah masyarakat kita. Melalui cerita Agung Rangkuti seorang guru yang tugas di Indonesia timur. Contoh-contoh toleransi juga terjadi pegelaran pentas kesenian, baik cerita Ramayana yang permainnya berasal dari agama yg berbeda-beda.

Baca Juga :  Dua Petani Sumba Ditangkap Usai Insiden Pengancaman dengan Parang dan Pedang di Tuban

Hadi melanjutkan, toleransi menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Toleransi adalah buah dari sikap saling menghormati, ditengah perbedaan. Sebuah sikap adi luhung yang telah berakar di Indonesia. Negara besar dengan ribuan pulau, ratusan juta penduduk, dengan kekayaan sumber daya alam, dengan berbagai keanekaragaman budaya, tidak mungkin berdiri sampai hari ini, tanpa adanya toleransi, persatuan dan kesatuan dalam kehidupan sehari-hari, tegasnya.

Komitmen Bersama Menghadapi Pandemi Covid-19.

Dalam sambutan penutupnya, Ari Dwipayana yang juga Sekjen Kagama ini juga mengajak seluruh umat untuk mengoptimalkan ikhtiar skala-niskala (lahir-batin). Menyingkirkan ego pribadi, ego kelompok atau golongan. Ari mengajak semua warga bangsa untuk berkorban bersama-sama, menahan diri, dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Acara yang juga diselenggarakan untuk memperingati ulang tahun pertama Gita Santih Nusantara dilanjutkan dengan doa lintas agama dan dialog kebangsaan. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here