Bali Bergerak Serentak Tanam Pohon dan Bersihkan Sungai, Dukung Haluan Pembangunan 100 Tahun

0
340

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Dalam rangka pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali akan menggelar Kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana.

Program ini mencakup kegiatan penanaman pohon (penghijauan) dan bersih-bersih sungai yang dilaksanakan serentak pada 25–26 Oktober 2025.

Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, kegiatan ini bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga (Saniscara Kliwon, Wariga), hari yang dimaknai sebagai momen memuliakan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber kehidupan manusia.

Koster menjelaskan, pelaksanaan kegiatan secara niskala dimulai pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pukul 08.00 Wita melalui persembahyangan di Pura Pengubengan Besakih. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis di area pura.

Untuk tingkat kabupaten/kota, lokasi persembahyangan ditentukan oleh Bupati atau Wali Kota masing-masing.

Rahina Tumpek Wariga dimaknai sebagai bentuk bhakti dan rasa terima kasih kepada tumbuh-tumbuhan yang memberikan oksigen, pangan, serta menjaga keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, kegiatan penanaman pohon secara sakala menjadi simbol keharmonisan manusia dengan alam.

Secara sakala, kegiatan besar akan dilaksanakan pada Minggu, 26 Oktober 2025 melalui aksi penanaman pohon dan bersih-bersih sungai serentak di seluruh Bali — mulai dari provinsi hingga tingkat desa adat dan kelurahan.
Di tingkat provinsi, kegiatan dipusatkan di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama:

Tukad Ayung (71,79 km) melintasi Bangli, Gianyar, Badung, dan Denpasar.

Tukad Badung (19,60 km) melintasi Badung dan Denpasar.

Tukad Mati (22,41 km) melintasi Badung dan Denpasar.

Sementara di kabupaten lain seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan, kegiatan difokuskan pada wilayah DAS prioritas yang rawan bencana.

Berdasarkan pendataan hingga 22 Oktober 2025 pukul 13.00 Wita, tercatat: 20.453 peserta penanaman pohon dengan luas lahan 314,08 hektar, 34.047 bibit pohon akan ditanam dan 27.189 peserta bersih-bersih sungai telah terdaftar.

Baca Juga :  BEDO Gelar Diskusi Tata Laksana Ekpor Yang Efektif

Peserta berasal dari kalangan ASN Provinsi dan Kabupaten/Kota, TNI/Polri, kepala desa, lurah, bendesa adat, masyarakat, pelajar, dan komunitas lingkungan.

Jumlah ini diperkirakan terus bertambah hingga batas pendaftaran 24 Oktober 2025 melalui tautan resmi Google Form:
👉 https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSclsLqjjrPM5VasqLsMP6oJrHIMNhqfbOZIyZTQN98sbgdIyQ/viewform

Koster memaparkan, sebanyak 25 jenis pohon akan ditanam, di antaranya: Jepun, Jempiring, Sandat, Cempaka, Pucuk Merah, Durian, Alpukat, Nangka, Klengkeng, Kelapa Genjah, Sukun, Mangga, Pule, Cemara, Beringin, Trembesi, Mahoni, Tabebuya, Jati, Ketapang Kencana, dan Ketapang Laut.

“Pohon-pohon ini dipilih karena memiliki fungsi upakara, pangan, kesehatan, dan ekologis,” ujarnya di Denpasar, Rabu 22 Oktober 2025.

Menurut Koster, kegiatan bersih-bersih sungai difokuskan untuk menghilangkan sumbatan dan sampah yang menghambat aliran air, terutama menjelang puncak musim hujan pada November 2025 hingga Februari 2026.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah banjir dan kerusakan lingkungan di wilayah perkotaan dan pedesaan.

Gubernur Wayan Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana demi mewujudkan “Bali Hijau dan Harmoni” sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.”

Kegiatan ini dirancang untuk menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar acara seremonial, agar generasi mendatang dapat menikmati alam Bali yang lestari.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here