Balinetizen.com, Denpasar
Komitmen menjaga kesucian dan ketertiban Pulau Dewata kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Sebanyak 62 Warga Negara Asing (WNA) berhasil diamankan oleh Satgas Dharma Dewata dalam operasi patroli keimigrasian terbaru di bawah naungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Selasa (5/5/2026).
​Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyatakan bahwa puluhan WNA tersebut terjaring karena berbagai pelanggaran berat, mulai dari praktik prostitusi hingga penyalahgunaan izin tinggal.
​”Untuk saat ini, fokus utama kami adalah penindakan administratif keimigrasian. Namun, seluruh WNA yang terjaring sedang dalam tahap pemeriksaan mendalam oleh tim Satgas,” ujar Felucia, Selasa (5/5/2026)
​Salah satu temuan paling krusial dalam operasi Satgas Dharma Dewata kali ini adalah terbongkarnya praktik prostitusi yang melibatkan warga asing. Para pelanggar kini telah dijebloskan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) untuk menunggu proses pendalaman lebih lanjut.
​Selain itu, Satgas juga menemukan pola pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal. Banyak dari mereka yang menyalahgunakan visa kunjungan untuk bekerja secara ilegal, yang dinilai mencederai tatanan ekonomi dan hukum di Bali.
​Meskipun saat ini tindakan yang diambil masih bersifat administratif (seperti deportasi dan penangkalan), Felucia menegaskan pihaknya tidak menutup mata terhadap celah hukum lainnya.
​Imigrasi katanya, terus menjalin komunikasi dengan kepolisian dan instansi terkait.
Jika ditemukan bukti kuat adanya tindak pidana, status mereka akan ditingkatkan dari pelanggaran administrasi ke ranah hukum pidana.
​”Apabila dalam pemeriksaan lanjutan ditemukan unsur pidana, tentu akan kami kembangkan dan koordinasikan dengan instansi terkait,” tegas Felucia.
​Operasi intensif oleh Satgas Dharma Dewata ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan bermartabat. Pengawasan ketat terhadap aktivitas orang asing menjadi harga mati demi menjaga citra pariwisata internasional serta ketertiban masyarakat lokal.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

