Bali Borong Dua Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

0
103

Balinetizen.com, Badung

Pemerintah Provinsi Bali meraih dua penghargaan dalam Penganugerahan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Jumat (28/8/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Provinsi Bali meraih predikat Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dengan apresiasi sebesar Rp2 miliar.

Selain itu, Bali juga meraih Terbaik II kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dengan apresiasi sebesar Rp1,5 miliar.

Dengan demikian, total apresiasi yang diterima Pemerintah Provinsi Bali mencapai Rp3,5 miliar.
Koster menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas penyelenggaraan ajang penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan tidak semata-mata diukur dari angka atau besaran apresiasi yang diterima.

“Yang lebih penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kepala daerah untuk terus membangun dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Koster, berkumpulnya para kepala daerah dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas antarkepala daerah.

Forum tersebut dinilai dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman serta berbagi praktik terbaik dalam pembangunan dan pelayanan publik di masing-masing daerah.

Terkait pemanfaatan apresiasi yang diterima Bali, Koster mengatakan dana sebesar Rp3,5 miliar tersebut akan diarahkan untuk mendukung pembangunan, khususnya perbaikan jalan-jalan yang rusak di Bali.
Pemanfaatannya akan diarahkan pada kebutuhan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Apresiasi sebesar Rp3,5 miliar ini nantinya akan digunakan untuk mendukung perbaikan jalan-jalan yang rusak di Bali,” kata Koster.

Koster juga menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Bali saat ini telah menjangkau masyarakat hingga tingkat desa melalui Pusat Pembantu (Pustu).

Ke depan, kualitas pelayanan Pustu akan terus ditingkatkan. Pemerintah Provinsi Bali juga mendorong agar fasilitas tersebut dapat dikembangkan menjadi klinik sehingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah.

Baca Juga :  Sehari Pasca Nyepi, Gubernur Koster Imbau Masyarakat Bali Tetap Diam di Rumah Cegah Covid-19

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang mengantarkan Bali meraih penghargaan Terbaik I kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.

Dua penghargaan yang diraih Bali sekaligus menjadi pengakuan terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat, terutama pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Jawa-Bali diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Ajang tersebut diikuti tujuh provinsi, 93 kabupaten, dan 35 kota se-Jawa dan Bali. Pemerintah daerah berkompetisi berdasarkan sejumlah indikator dan kategori penilaian.
Empat kategori yang dinilai meliputi:
Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan.
Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan.
Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri.
Pemerintah daerah dengan kinerja terbaik pada masing-masing kategori kemudian mendapatkan penghargaan dan apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas capaian pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa kinerja pemerintah daerah memiliki kaitan erat dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pemimpinnya.

Menurut Tito, tata kelola pemerintahan yang baik dan kinerja yang optimal akan memberikan dampak terhadap penilaian positif masyarakat.
“Kinerja yang baik pada akhirnya akan berbuah kepercayaan publik. Jika tata kelola pemerintahan bagus, masyarakat akan menilai positif pemimpinnya.”

Tito menjelaskan, melalui Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik mendapatkan sejumlah manfaat, salah satunya berupa insentif fiskal.

Insentif tersebut akan disalurkan oleh Kementerian Dalam Negeri ke rekening kas daerah. Tambahan fiskal itu selanjutnya dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Bagi Bali, dua penghargaan yang diraih sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan, serta memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(RLS)

Baca Juga :  Pujawali di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi, Dipadati  Pemedek Berbagai Daerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here