Bali Target Tuntaskan Masalah Sampah di 8 Kabupaten dan Kota Akhir Desember 2026

0
56

Ket foto : Gubernur Bali Wayan Koster (wids modestys)

 

Balinetizen.com, Denpasar

Pemerintah bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Pemerintah Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, komunitas lingkungan, serta pelajar menggelar deklarasi Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah mempercepat penanganan persoalan sampah di Pulau Dewata menjelang ground breaking PSEL di Lahan seluas 6 ha di kawasan Pelindo, Pesanggaran, Denpasar Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Wamen Kementerian Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi atas capaian Bali dalam sektor ketahanan pangan.

Berdasarkan Indeks Ketahanan Pangan Nasional dari Badan Pangan Nasional, Bali menempati peringkat ketiga nasional dengan nilai indeks 79,89, sementara Kabupaten Badung menjadi kabupaten terbaik dalam ketahanan pangan di Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi Bali untuk menghadapi tantangan lain, yakni pengelolaan sampah yang semakin mendesak.

Dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa, Bali menghasilkan sekitar 3.500 ton sampah setiap hari. Besarnya volume sampah tersebut dinilai membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi, dimulai dari pemilahan di sumber.

Ket foto : motor listrik pengangkut sampah dipamerkan dalam kegiatan apel Bali pilah sampah (wids modestys)

Pemerintah menilai Bali memiliki posisi strategis sebagai wajah pariwisata Indonesia. Karena itu, keberhasilan Bali menangani sampah diharapkan menjadi contoh bagi daerah wisata lainnya di Indonesia.

Selain Bali, Jakarta yang menghasilkan lebih dari 8.500 ton sampah per hari juga menjadi fokus pemerintah dalam penyelesaian persoalan sampah nasional.
Dalam sambutannya juga disinggung ancaman kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) akibat masih banyaknya sampah organik yang ditimbun tanpa pengolahan.

Pemerintah mengingatkan bahwa pada 2023 puluhan TPA di Indonesia mengalami kebakaran saat musim kemarau, termasuk TPA Suwung di Bali yang sempat mengalami kebakaran cukup besar hingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  Pasien Sembuh Covid-19 di Bali Bertambah 73 Orang, Pasien Positif Bertambah 49 Orang

Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mempercepat langkah-langkah pengurangan sampah yang masuk ke TPA melalui pemilahan sejak dari rumah tangga.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan berharap Bali mampu menuntaskan persoalan pengelolaan sampah paling lambat Desember 2026.

Target tersebut didukung melalui gerakan pemilahan sampah, pembatasan pengiriman sampah ke TPA, serta pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Pemerintah juga menilai investasi di sektor hulu melalui pemilahan sampah jauh lebih efektif dibanding hanya mengeluarkan biaya besar untuk pengelolaan di hilir.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa komitmen pengelolaan sampah telah diatur melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Menurutnya, sampah organik dan anorganik wajib dipisahkan sejak dari sumber. Di wilayah pedesaan, sampah organik dapat diolah menjadi pupuk untuk mendukung pertanian organik.
Sementara di kawasan padat seperti Denpasar dan Badung, pemilahan tetap menjadi kewajiban sebelum sampah dikirim ke fasilitas pengolahan.

“Pemilahan sampah menjadi kunci agar proses pengolahan di PSEL lebih efisien dan hasilnya lebih optimal,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan segera dimulai.
Fasilitas tersebut ditargetkan mampu mengolah sekitar 1.200 ton sampah per hari dengan waktu pembangunan sekitar satu setengah tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa pembatasan pengiriman sampah ke TPA Suwung terus diperketat. Saat ini sampah organik hanya diperbolehkan masuk dua kali dalam sepekan, sementara progres pengurangan sampah yang masuk ke TPA telah mencapai sekitar 70 persen.

“Pada akhirnya TPA Suwung harus ditutup,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah pusat memperkenalkan alat pemilah sampah skala rumah tangga hasil inovasi BRIN yang akan diuji coba, sekaligus mendorong pengembangan alat berkapasitas lebih besar untuk sekolah dan fasilitas umum.

Baca Juga :  Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hidupkan Semangat Seni Perempuan Melalui Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah berharap sinergi antara pemilahan sampah dari sumber, pembangunan PSEL, serta partisipasi masyarakat mampu mewujudkan Bali yang bersih dan bebas dari persoalan sampah sesuai target pada akhir 2026.

“Besok kita akan launching untuk di Bali pembangunannya besok, ya. Jadi Bali ini memang pertama,” ucap Menteri Zulkifli.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here