BEE 2026 Ditutup, Wabup Supriatna Sebut Buleleng Siap Jadi Barometer Pendidikan Di Bali

0
55

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen memperkuat transformasi pendidikan berbasis teknologi dan pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah pelosok desa. Penegadan tersebut disampaikan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna saat menutup Buleleng Education Expo (BEE) Tahun 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja pada Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, menjadi ajang unjuk kreativitas, inovasi dan kolaborasi dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng. Yangmana dalam hal ini berbagai karya siswa, inovasi pembelajaran guru, hingga pemanfaatan teknologi digital dipamerkan dalam expo tersebut.

Wabup Supriatna mengatakan BEE 2026 bukan sekadar pameran pendidikan, tetapi menjadi gambaran nyata transformasi pendidikan di Buleleng yang terus bergerak maju mengikuti perkembangan zaman.

“BEE 2026 yang kita tutup hari ini bukanlah sekadar etalase barang atau pajangan piala. Lebih dari itu, expo ini adalah manifestasi dari pergerakan besar pendidikan kita,” jelasnya.

Menurut dia, selama pelaksanaan expo, pihaknya melihat secara langsung bagaimana teknologi digital mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Diantaranya mulai dari pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), platform pembelajaran interaktif, hingga penerapan metode deep learning dalam proses pembelajaran.

Lebih lanjut dikatakan
inovasi yang ditampilkan para siswa dan guru, harus menjadi semangat baru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Expo ini boleh berakhir hari ini, namun api inovasi yang telah menyala di sekolah-sekolah tidak boleh padam. Apa yang kita pamerkan di sini harus menjadi standar baru dalam proses belajar mengajar di ruang-ruang kelas kita mulai besok pagi,” ucap Wabup Supriatna.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan hingga ke seluruh wilayah, termasuk daerah pinggiran dan pegunungan.

Baca Juga :  Diperlukan Fairness Dalam Kasus Hukum Rektor Unud : Hindari Motif Balas Dendam

“Kemajuan teknologi yang ditampilkan oleh sekolah-sekolah di kota harus bisa dirasakan pula oleh sekolah-sekolah kita di wilayah Gerokgak, Tejakula, hingga Busungbiu. Keadilan akses adalah harga mati. Kita tidak ingin ada anak Buleleng yang tertinggal hanya karena kendala geografis atau fasilitas,” terangnya.

Selain pembangunan fasilitas pendidikan, pemerintah juga memberi perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya para guru.

“Guru tetap menjadi inti utama pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujarnya.

“Di balik canggihnya papan interaktif digital atau aplikasi pembelajaran, tetaplah sosok guru yang menjadi jantung pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan formasi, kompetensi, serta jaminan kesejahteraan guru akan tetap menjadi prioritas agenda kerja kami,” ungkapnya.

Wabup Supriatna juga memberikan apresiasi kepada siswa dan guru yang berhasil meraih prestasi dalam BEE 2026. Ia meminta seluruh peserta terus mengembangkan kreativitas dan semangat inovasi.

“Dunia nyata di luar sana tidak hanya menghargai piala, tetapi menghargai daya tahan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Itulah esensi sesungguhnya dari pendidikan karakter yang kita bangun,” katanya.

Di akhir acara, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, sponsor, insan pendidikan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan BEE 2026. “Mari kita pulang membawa inspirasi baru. Mari kita jadikan Buleleng sebagai barometer pendidikan di Bali dan Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, melaporkan BEE 2026 menghadirkan 101 pementasan, 54 pameran pendidikan, talk show “1 Keluarga 1 Sarjana”, lomba Best Practice Pembelajaran, serta layanan program Disdikpora Buleleng.

Antusiasme masyarakat dinilai sangat tinggi dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 5.000 orang selama pelaksanaan expo. Selain menjadi ajang penguatan dunia pendidikan, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap perputaran ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara.

Baca Juga :  Satgas Waspada Investasi Perkuat Penegakan Hukum Berantas Pinjaman Online Ilegal

Dalam penutupan tersebut juga diumumkan pemenang lomba Best Practice Pembelajaran yang diikuti 266 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. BEE 2026 turut memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi dan penyelenggaraan kegiatan.

Disdikpora Buleleng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, sponsor, guru, orang tua, dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan BEE 2026. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here