Balinetizen.com, Jembrana
Gelombang tinggi dipicu angin kencang terjang kawasan pesisir perairan wilayah Jembrana, Selasa (5/8/2025) malam. Di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, belasan perahu fiber rusak setelah dihantam gelombang tinggi.
Perahu-perahu tersebut sebelumnya ditambatkan di pesisir perairan Candikusuma bersama puluhan perahu nelayan lainnya. Cuaca terkadang berubah ekstrim mengharuskan nelayan menunda bahkan enggan melaut
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Rabu (6/8/2025) menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi terkait kejadian tersebut pada Rabu (6/8/2025) pagi.
“Dari hasil assessment di lokasi kejadian terdapat 17 perahu fiber milik nelayan rusak setelah dihantam gelombang tinggi,” ujar Agus Artana, Rabu (6/8/2025).
Dari informasi yang ia terima, peristiwa tersebut berawal dari air laut mulai pasang pada Selasa (5/8/2025) sekitar pukul 19.00 WITA.
Tidak berselang lama terjadi angin kencang dan puncaknya sekitar pukul 23.00 WITA mengakibatkan gelombang tinggi dan menghantam deretan perahu nelayan yang ditambatkan di perairan Candikusuma.
“Tidak ada korban jiwa. Malam itu, ombak besar tidak sampai ke permukiman warga. Tadi gelombangnya sudah mulai normal,” jelasnya.
Selanjutnya ia menghimbau masyarakat khususnya nelayan untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi terutama saat menambatkan perahu di perairan laut. (Komang Tole)

