
Balinetizen.com, Jembrana-
Belasan rumah di sepanjamg sungai Yeh Satang di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan rusak diterjang Banjir bandang. Kejadian ini dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan pegunungan pada Kamis (14/1) malam hingga Jumat (15/1) dini hari.
Tidak saja merusak rumah, meluapnya air sungai Yeh Satang yang membelah Desa Medewi dan Desa Yeh Sumbul juga menghanyutnya sapi dan ternak warga lainnya.
Sedikitnya ada 12 rumah warga yang rusak. Kerusakan rumah terparah terjadi di Banjar Lebah atau Loloan di Desa Medewi. Di banjar ini ada tiga rumah warga rusak parah yakni milik misbah, Agus Suparwan dan Sariin. Selain itu rumah dan jalan dipenuhi lumpur.
Di pinggir Pantai Medewi warga menemukan 9 ekor sapi dan puluhan ekor ayam dalam kondisi sudah mati, selain batang dan ranting dari pohon kayu dan pohon pisang.
Perbekel Medewi Nengah Wirama mengatakan akibat banjir bandang selain merusak 12 rumah warga juga merusak bahkan memutus akses jalan hotmik sepanjang 500 meter.
“Jalannya sudah dihotmik. Dipinggirnya sebenarnya sudah dipasangi bambu supaya kuat, tapi juga hancur” ujar Wirama didampingi Kelian Banjar Loloan, Ketut Mudiardana.
Terkait musibah ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD Jembrana. Untuk tiga rumah warga yang rusak dan hanyut akan dibuatkan proposal bantuan bedah rumah ke provinsi. “Tidak ada korban jiwa” imbuhnya.
Sementara itu Plt Kepala Pelaksana BPBD Jembrana IGN Dharma Putra mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan untuk selanjutnya diberikan bantuan.
Pihaknya juga sudah menyalurkan air bersih dan melakukan penyemprotan lumpur, baik yang ada di rumah warga maupun di jalan.
Selain di Medewi, sedikitnya ada tiga rumah warga rusak di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Di Tegal Babah terdapat satu rumah warga rusak. Rumah ini dihuni tiga kepala keluarga. Sedangkan rumah rusak di Kampung Tinggi dihuni oleh empat kepala keluarga. Kejadian ini juga dipicu meluapnya air sungai Medewi. (Komang Tole)
Editor : Mahatma Tantra
