Berkas PPP Dalam Perbaikan, Paket Tamba-Ipat Target 60 Persen

0
418
Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari Koalisi Jembrana Maju (KJM), I Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, Minggu (6/9) mendaftar ke KPU Jembrana.

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari Koalisi Jembrana Maju (KJM), I Nengah Tamba dan Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat, Minggu (6/9) mendaftar ke KPU Jembrana.

Ditemui di Kantor KPU Jembrana, bakal calon Bupati I Nengah Tamba menargetkan kemenangan 60 persen pada Pilkada Jembrana 2020 ini.

“Target kita menang dengan 60 persen” ujar Tamba didampingi bakal calon Wakil Bupati, Ipat dan lima pimpinan partai pengusung pasangan calon.

Tanda-tanda kemenangan menurutnya surat tersirat, dimana dirinya sengaja mendaftar ke KPU Jembrana tanggal 6, yang mengartikan kemenangan 60 persen.

Dirinya juga sengaja memilih mendaftar di finis (hari terakhir) masa tahapan pendaftaran bagi bakal calon bupati dan wakil bupati yang mengartikan paket Tamba-Ipat akan mencapai finis dengan kemenangan.

“Tadi istri saya bilang, Pa, hari Minggu ini Pasah (Pa…Sah). Astungkara, artinya paket Tamba-Ipat direstui dan menang (sah)” tandas Mantan Anggota DPRD Bali ini.

Sementara itu, PPP salah satu dari lima partai pengusung paket dengan jargon “Tamba-Ipat Pasti Bisa” harus melakukan perbaikan berkas. Pasalnya terdapat perbedaan nama pada KTP diberkas yang diserahkan saat mendaftar ke KPU Jembrana dengan yang didaftarkan melalui Sipol (Sistem Informasi Partai Politik).

“Ya, ada perbaikan berkas dari PPP selaku partai pengusung terkait nama struktur kepengurusan partai” ujar Ketua KPU Jembrana Ketut Gde Tangkas Sudiantara didampingi anggota KPU Jembrana, Nengah Suardana.

Pada struktur pengurusan partai yang didaftarkan melalui Sipol tertulis nama Khalid Ahmad selaku Ketua DPC PPP, sedangkan pada berkas KTP yang diserahkan (ke KPU Jembrana) tertulis nama Halid.

Adanya perbedaan nama tersebut lanjutnya, pihak PPP akan melakukan perbaikan hingga pukul 20.00 Wita malam ini dan juga akan datang ke KPU Jembrana. Namun jika tidak bisa melakukan perbaikan, PPP akan dicoret sebagai partai pengusung. Pencoretan dilakukan di KPU Jembrana dengan disaksikan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, partai pengusung dan petugas penghubung.

Baca Juga :  Toyota Raize 1.200cc dijual hari ini, harga mulai Rp202 juta

“Kalau memang nanti dicoret, yang mencoretnya nanti dari partai koalisi, bukan kita (KPU). Nanti dilakukan disini (KPU Jembrana)” imbuh Suardana.

Dicoretnya PPP dari partai pengusung, tidak berpengaruh terhadap pencalonan paket Tamba-Ipat. Pasalnya paket ini telah diusung lebih dari 7 kursi minimal syarat pencalonan dimana Partai Golkar dengan 6 kursi, Gerindra 5 kursi, Demokrat 3 kursi dan PKB dengan 2 kursi. Sementara PPP memiliki 1 kursi di DPRD Jembrana. (Komang Tole)

 

Editor : SUT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here