Bermain di DAM, Pelajar SMP Asal Denpasar Tenggelam di Mengwi

0
540

 

 

Balinetizen.com, Badung

Peristiwa tragis terjadi di DAM Subak Tegan, Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (7/11/2025) sore.

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun berinisial I K D A, pelajar SMP asal Banjar Tegal Kori, Kelurahan Ubung Kaja, Denpasar Utara, dilaporkan tenggelam dan meninggal dunia.

Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di lokasi DAM Subak Tegan.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban bersama sepuluh temannya berangkat dari Ubung Kaja sekitar pukul 14.00 Wita dan tiba di lokasi setengah jam kemudian untuk mandi di DAM Subak Tegan.
Setelah selesai mandi, korban sempat beristirahat di pinggir sungai. Namun, meski telah diingatkan oleh teman-temannya bahwa dirinya tidak bisa berenang, korban tetap nekat melompat ke arah pusaran air di bawah DAM.

“Saksi melihat korban terseret arus pusaran air. Para saksi sempat berusaha menolong dengan menarik korban, namun upaya itu gagal,” ungkap Kompol Rai Darmayasa, dikonfirmasi Jumat (7/11/2025).

Melihat korban tenggelam, katanya para saksi kemudian meminta pertolongan kepada Supardi (50), penjual bakso yang berada di sekitar lokasi. Supardi lantas memanggil Kelian Dinas dan pecalang setempat. Setelah DAM ditutup, Supardi turun ke sungai dan berhasil menemukan tubuh korban di pusaran air, kemudian dievakuasi ke permukaan.

Korban segera dibawa ke RSUD Mangusada menggunakan ambulans PMI Badung bernomor polisi DK 9731 Q yang dikemudikan I Made Astika. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan dokter jaga UGD RSUD Mangusada, dr. Wulan, ditemukan beberapa tanda fisik antara lain luka lecet di pelipis kiri, keluarnya busa bercampur darah dari hidung, dan kotoran dari pantat. Tidak ditemukan adanya benjolan di kepala.

Baca Juga :  Omicron Juga Turunkan Tingkat Okupansi Hotel di Jakarta & Bogor

Kapolsek Mengwi menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan para saksi, korban meninggal dunia akibat tenggelam setelah melompat ke dalam pusaran air DAM tanpa kemampuan berenang yang memadai.

“Korban diduga tidak mengetahui kondisi arus di lokasi dan karena tidak bisa berenang, akhirnya terseret ke pusaran dan tenggelam,” pungkasnya.

(Jurnalis: Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here