BKSDA Bali Mulai Bongkar Bangunan di TWA Panelokan

0
371

Balinetizen.com, Bangli –

 

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mulai melaksanakan pembongkaran bangunan kedai makanan dan minuman yang berada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Panelokan, Kintamani, Bangli, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil keputusan dan kesepakatan bersama berbagai pihak terkait penyelesaian permasalahan keberadaan bangunan di kawasan konservasi tersebut.

Kegiatan pembongkaran dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dengan melibatkan 7 pekerja, 10 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), 19 pegawai Balai KSDA Bali dari seluruh petugas Resor KSDA lingkup Seksi Wilayah II, serta unsur Pecalang Desa Adat Kedisan, Polsek Kintamani, Kodim Bangli, dan Bhabinkamtibmas Desa Kedisan.

Pembongkaran ini merupakan bentuk komitmen dari I Ketut Oka Sari Merta, pemilik bangunan, yang menyatakan kesediaannya untuk membongkar secara sukarela.

“Saya ikhlas, bangunan kedai dibongkar tanpa syarat,” ungkap Oka Sari Merta, Selasa (22/10/2025).

Suasana pembongkaran berlangsung penuh semangat gotong royong. Bendesa Adat Kedisan turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembongkaran tersebut, sekaligus mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian alam TWA Panelokan.

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, dalam keterangan resminya memberikan apresiasi atas sikap tulus pemilik bangunan.

“Saya belajar banyak tentang keikhlasan sebagai bagian ilmu kehidupan dari seorang I Ketut Oka Sari Merta,” ujarnya.

Ratna juga menegaskan bahwa momentum ini menjadi sarana introspeksi bagi seluruh jajaran KSDA Bali untuk terus meningkatkan kompetensi, memahami regulasi, dan peka terhadap kondisi sosial masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, di lokasi bekas bangunan tersebut akan dilakukan pemulihan ekosistem melalui kegiatan penanaman, serta dijadikan area blok pemanfaatan TWA yang dapat dikelola secara kolaboratif dengan masyarakat Desa Kedisan.

Baca Juga :  Mensos lapor KPK soal 21 juta data ganda penerima bansos dinonaktifkan

BKSDA Bali juga mengusulkan agar area ini dikembangkan menjadi obyek wisata alam baru bernama “Amerta Kedisan Hidden Hill”, yang tetap mengedepankan prinsip konservasi dan pelibatan masyarakat lokal.

“Kami berharap pembongkaran ini dapat memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. BKSDA Bali berkomitmen menjadi garda terdepan dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati di Bali,” tegas Ratna Hendratmoko.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here