Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni.
Balinetizen.com, Denpasar
Pandemi virus Corona atau Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda terakhir. Perekonomian masih babak belur. Sektor lain seperti dunia pendidikan juga masih “berjalan pincang.”
Namun apapun kondisinya saat ini, dunia pendidikan diharapkan tetap menjadi jembatan bagi mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa dan menjadi gerbang menyongsong masa depan yang lebih baik.
Apalagi dalam satu dua bulan ke depan akan memasuki masa Penerimaan Siswa Baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
Terkait hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni meminta Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar menyiapkan juga berbagai skema insentif atau bantuan/subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang orang tuanya terdampak pandemi Covid-19 ini.
“Sebentar lagi tahun ajaran baru, masa penerimaan siswa baru. Harus disiapkan dari sekarang seperti skemanya membantu siswa. Jangan sampai mereka putus sekolah,” kata Emiliana Sri Wahjuni, Rabu (6/5/2020).
Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar yang membidangi pendidikan ini mengungkapkan memang banyak progam pemerintah pusat hingga pemerintah daerah yang tertunda karena pandemi Covid-19.
Anggaran untuk berbagai program yang sebelumnya sudah masuk dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2020 pun harus di-refocusing atau direalokasi untuk penanganan Covid-19.
Namun anggaran dan progam untuk dunia pendidikan jangan sampai terhambat apalagi dipotong. Sebab jelas juga UU Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional) mengamanatkan agar anggaran pendidikan minimal dialokasikan 20 persen dari APBN dan APBD.
“Dalam situasi normal kerap anggaran pendidikan minimal 20 persen hanya formalitas dan kamuflase. Apalagi dalam situasi darurat dan kritis seperti saat ini jangan sampai anggaran pendidikan dipangkas,” kata Emiliana Sri Wahjuni mengingatkan.

Sekretaris Fraksi Partai NasDem-PSI Kota Denpasar menegaskan saat ini mendesak atau urgent disiapkan skema subsidi biaya pendidikan bagi siswa di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan jelang PPDB Tahun 2020 yang akan segera bergulir satu hingga dua bulan ke depan.
Diharapkan subsidi biaya pendidikan ini setidaknya wajib mencakup tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Anggaran yang disiapkan juga diharapkan dapat bersinergi antara Pemerintah Kota Denpasar dengan Pemerintah Provinsi Bali.
“Saya sering mendapatkan keluhan orang tua siswa yang meminta keringanan biaya pendidikan. Karenanya penting ada insentif dan subsidi biaya pendidikan bagi siswa,” tegas Emiliana Sri Wahjuni.
Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Selatan dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) ini berharap Disdikpora Kota Denpasar segera menyikapi permasalahan ini dan kemudian mensosialisasikan solusi atau kebijakan yang diambil kepada orang tua siswa dan pihak sekolah.
“Harusnya kami di Komisi IV membahas mekanisme PPDB bersama Disdikpora April ini. Tapi karena ada pandemi Covid-19 dan kami juga work from home jadi belum ada tindak lanjut dari Disdikpora. Harusnya tetap semangat PPDB disiapkan dengan baik,” imbuh ibu dari dua orang putri ini.
Pihaknya pun mengaku khawatir jika wabah Covid-19 ini berkepanjangan dan ekonomi belum pulih bisa saja banyak siswa yang terpaksa putus sekolah karena orang tuanya sudah tidak punya pekerjaan dan tidak punya penghasilan.
Kalau itu terjadi tentu banyak dampak negatifnya. Jika tidak ada pendidikan formal, yang putus sekolah banyak maka kenakalan remaja, pengangguran bertambah, angka kriminalitas bisa naik.
“Denpasar tidak lagi jadi kota ramah anak, ramah keluarga, ramah pendidikan. Jangan sampai itu terjadi,” pungkas Emiliana Sri Wahjuni. (dan)

