Ciputra Buka Ruang Event, Pangkung Tibah Didorong Jadi Destinasi Wisata Baru

0
43

 

Balinetizen.com, Tabanan-

Ciputra Beach Resort terus membuka ruang bagi komunitas dan penyelenggara kegiatan untuk menghadirkan aktivitas yang mempertemukan masyarakat, budaya, gaya hidup sehat, dan potensi wisata di Kabupaten Tabanan. Salah satunya melalui Pelangi Tabanan Kite Festival 2026 yang digelar pada 26–27 September 2026 di Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Tabanan. Festival yang diselenggarakan Perkumpulan Pelayang Indonesia (PELАNGI) Tabanan tersebut diikuti sekitar 1.500 layang-layang dari berbagai daerah di Bali.

Ketua PELANGI Tabanan, I Ketut Arsana Yasa, mengatakan pelaksanaan festival tersebut mendapat dukungan juga dari Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Ini menjadi momentum untuk mempertemukan komunitas pelayang dari berbagai daerah di Bali,” ujar Arsana.

Arsana mengungkapkan, persiapan festival dilakukan dengan merapatkan barisan bersama tim PELANGI dan komunitas lainnya. Dukungan dari berbagai pihak membuat kegiatan tersebut akhirnya dapat terlaksana dengan jumlah peserta mencapai 1.500 layang-layang.

“Tim PELANGI bersatu untuk dapat melaksanakan Tabanan Kite Festival. Atas semangat kawan-kawan dari PELANGI, tim kami juga bergabung dengan Ganesha Tim dari Bental. Kepada kawan-kawan yang luar biasa, tidak bisa kami ucapkan apa pun selain terima kasih banyak,” katanya.

Menurut Arsana Yasa, peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Bali. Hampir seluruh wilayah di Bali turut ambil bagian. Ia pun berharap Tabanan dapat kembali menjadi lokasi penyelenggaraan festival layang-layang pada kesempatan berikutnya. “Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni dan budaya melayangan di Bali,” tambah Arsana.

Festival juga menghadirkan sejumlah kategori perlombaan, mulai dari kategori pemula menggunakan layangan plastik hingga kategori remaja dan dewasa. Salah satu daya tariknya adalah kehadiran layangan berukuran besar dengan panjang lebih dari tujuh meter dan ekor mencapai lebih dari 50 meter.

Baca Juga :  Turun, Buleleng Kini Masuk Zona Oranye COVID-19

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, yang hadir mewakili Bupati Tabanan, mengapresiasi penyelenggaraan Pelangi Tabanan Kite Festival. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang kebersamaan masyarakat, tetapi juga dapat memperkenalkan potensi Desa Pangkung Tibah.

“Lomba ini sangat baik dilaksanakan karena sekaligus dapat menampilkan kebersamaan dan kehidupan sosial masyarakat, serta menjadi langkah untuk memperkenalkan Desa Pangkung Tibah yang indah dengan kekayaan alamnya,” ujar I Made Dirga.

Ia mengatakan tradisi melayangan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak dahulu. Setelah masa panen, masyarakat memanfaatkan waktu senggang dengan membuat dan menerbangkan layang-layang bersama.

Menurutnya, nilai kebersamaan tersebut perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman. “Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, jangan sampai kita kehilangan ruang-ruang kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat kita,” katanya.

Selain menjaga tradisi, I Made Dirga melihat festival tersebut memiliki potensi sebagai sarana promosi pariwisata Desa Pangkung Tibah. Kekayaan alam, kearifan lokal, dan budaya yang dimiliki desa dinilai perlu terus digali dan dikembangkan agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

I Made Dirga berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan diikuti dengan berbagai event lain yang mampu memperkenalkan Pangkung Tibah sebagai salah satu destinasi wisata di Tabanan. “Tradisi akan terus hidup apabila generasi muda mau mengenal, mencintai, dan mengembangkannya. Jangan melihat tradisi sebagai sesuatu yang kuno. Justru tradisi kita dapat dikemas dengan kreativitas baru, teknologi baru, dan cara-cara baru tanpa menghilangkan nilai jati dirinya,” ujar I Made Dirga.

Dukungan terhadap kegiatan komunitas tersebut juga datang dari Ciputra Beach Resort. Marcell Aureole, Business Development Manager Ciputra Group, mengatakan pihaknya menyambut positif kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar sekaligus mengangkat budaya Bali.

Baca Juga :  209 Orang Pasien Covid-19 di Buleleng Dipindah ke Tempat Isoter

“Ya, tentunya kita merespons event-event besar seperti ini sangat positif. Terutama tidak hanya event-event yang melibatkan wisatawan asing, tetapi ini memang menjadi bentuk kontribusi kami kepada masyarakat sekitar, sekaligus mendukung kebudayaan asli Bali,” kata Marcell.

Menurutnya, kehadiran Ciputra di Tabanan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan dan bisnis, tetapi juga kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. “Ciputra hadir di sini tidak hanya untuk membangun dan berbisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar Bali. Ke depannya, kami juga pasti akan terus mendukung event-event positif seperti ini,” ujarnya.

Selain festival layang-layang, Ciputra Beach Resort juga terlibat dalam Pangkung Tibah Village Fun Run 2026 yang digelar pada Minggu, 27 September 2026. Kegiatan dengan kategori 5K dan 10K tersebut diikuti sekitar 700 hingga 800 peserta, termasuk peserta asing yang disebut mencapai sekitar 20 persen dari total peserta.

Marcell menilai perkembangan kegiatan olahraga berbasis komunitas sejalan dengan tren sport tourism yang kini berkembang. “Ini juga merupakan hal yang sangat positif, apalagi sekarang sport tourism sedang berkembang banget. Ini sesuai dengan visi dan misi Ciputra sebagai central wellness untuk area Tabanan sendiri. Jadi, tidak cuma lifestyle dan hunian, kami juga punya visi untuk menjadi central wellness hub di Tabanan,” katanya.

Menurut Marcell, dukungan terhadap kegiatan komunitas akan terus dilakukan. Infrastruktur yang tersedia di kawasan Ciputra Beach Resort dinilai memungkinkan untuk menjadi ruang penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan skala lebih besar. “Ke depannya, kita memang berusaha untuk bisa membuat event-event besar seperti itu. Terlebih infrastruktur kita juga cukup memadai, sehingga sepertinya sangat memungkinkan untuk membuat event dengan skala yang lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Membawakan Garapan “Wak Prana”, Difabel Sanggar Rwa Bineda Kota Denpasar tampil di PKB 2019

Marcell berharap berbagai kegiatan tersebut dapat ikut memperkenalkan Tabanan sebagai destinasi wisata yang berkembang setelah kawasan Tanah Lot. “Harapannya, kita bisa terus mengembangkan Tabanan untuk menjadi destinasi wisata, setelah Tanah Lot. Karena setiap event pasti mendatangkan peserta, orang banyak, dan juga masyarakat,” kata Marcell.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan adat serta budaya Bali, khususnya di Tabanan. “Kita bisa terus memperkenalkan adat istiadat dan budaya Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan. Sehingga nantinya, seperti yang tadi Bapak Bupati sampaikan, dapat meningkatkan pendapatan pemerintah daerah,” ujarnya.

Marcell menegaskan, Ciputra Beach Resort terbuka untuk menyediakan ruang bagi kegiatan komunitas dan event yang dapat memberikan dampak positif bagi kawasan. “Dengan kita berkolaborasi dan semakin banyak investasi di Ciputra Resort, harapannya bisa ikut membangun Kabupaten Tabanan, tetapi tetap melestarikan budaya dan adat istiadat Bali. Untuk ke depannya, terkait penyediaan space untuk event-event khusus seperti ini, pastinya kami siap,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, Pelangi Tabanan Kite Festival dan berbagai kegiatan komunitas lainnya diharapkan tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi turut membuka ruang bagi masyarakat untuk menjaga tradisi, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperkenalkan potensi alam dan budaya Pangkung Tibah serta Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here