Balinetizen.com, Denpasar
Tsinghua Southeast Asia Center, Kura Kura Bali, Bali, Indonesia, TLGF (Tropical Landscape Granting Funding) bersama Coop Coffee dan UNEP mengungkap Showcase Project ‘Kintamani Revival’.
Acara ini menyoroti upaya berkelanjutan dalam revitalisasi kopi di wilayah Kintamani, dengan fokus pada pembangunan rendah karbon dan inklusivitas generasi muda.
Proyek Revitalisasi Kopi Kintamani yang dimulai sejak tahun 2022, didukung oleh Coop Coffee dan TLGF, telah membuktikan potensi besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan.
Melalui pendekatan blended financing, proyek ini telah memberikan dorongan signifikan bagi petani kopi lokal, meningkatkan pendapatan mereka hingga 120% per tahun, serta mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor ramah lingkungan.
“Prinsip utama dana TLGF dalam mendukung Proyek Kebangkitan Kintamani dengan menampilkan model pembiayaan campuran (blended financing) pada koperasi perdagangan kopi berbasis untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kalangan petani kecil sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan menjaga kualitas dan daya dukung lingkungan dengan fokus pada peningkatan investasi ramah lingkungan, pengelolaan aset dan infrastruktur berkelanjutan, memastikan peralihan yang adil dan terjangkau, serta memberdayakan sumber daya manusia,” beber Riska, Supervisor TLGF.
Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Proyek Kebangkitan Kintamani memainkan peran penting dalam mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2060, serta mewujudkan visi “Hidup Harmoni dengan Alam” pada tahun 2050. Dengan fokus pada pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim, proyek ini menjadi contoh nyata bagi upaya pemulihan pasca-Covid-19 dan transformasi menuju ekonomi hijau.
CEO PT Koop Kopi Indonesia, Reza Fabianus, menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda dan disabilitas dalam mencapai SDGs.
Ia menyambut baik kolaborasi antara Coop Coffee, UNEP, dan pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi bisnis kopi menuju green economy.
““Saya yakin acara hari ini dapat menjadi ajang penting untuk berbagi ide, pengalaman, dan pengetahuan untuk mentransformasikan bisnis kopi menuju green economy khususnya terkait dengan pemberdayaan generasi muda dan disabilitas sebagai target tujuan SDGs yang sangat dibutuhkan. terutama di masa pemulihan pasca Covid-19,” jelasnya, Kamis 30 Mei 2024.
Sebagai model uji coba B20, Coop Coffee telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengimplementasikan proyek kopi Pembangunan Rendah Karbon ke dalam upaya pemulihan ekonomi hijau.
“Hal ini memberikan contoh luar biasa sejalan dengan tema Kepresidenan G20 2022: ‘Pulihkan Bersama, Pulihkan Lebih Kuat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Teknologi Informasi Kementerian Koperasi & UKM RI, Budi Mustopo dalam keterangan resminya.
Acara TLGF Reveal, Ideas to Action, diharapkan tidak hanya menjadi platform untuk berbagi ide dan pengalaman, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemitraan antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan.(Tri Widiyanti)

