Cuaca Ekstrim Picu Kerusakan di 19 Desa dan Kelurahan di Jembrana

0
210

Balinetizen.com, Jembrana –

 

Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Rabu (21/1/2026) dini hari. Fenomena alam ini mengakibatkan atap rumah warga rusak, pohon tumbang dan perahu tenggelam.

Data awal pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, peristiwa pohon tumbang dan atap rumah warga rusak dipicu cuaca ekstrim terjadi di 30 titik lokasi di 19 desa dan kelurahan di lima kecamatan di Jembrana.

Sementara di Desa Cupel, Kecamatan Negara, dua perahu milik Asmu’i (50) dan Samsudin (45) nelayan setempat dilaporkan terseret arus kemudian tenggelam. Kedua perahu tersebut sebelumnya ditambatkan di pesisir Pantai Cupel dengan perahu nelayan lainnya. Selain perahu, kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada mesin, jaring dan genset.

“Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 04.00 saat warga tengah istirahat. Ketika itu turun hujan disertai angin kencang,” ujar Babinsa Desa Cupel, Koptu Andra Suharsanto, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya cuaca buruk juga membuat empat atap rumah dan dapur warga rusak. Selain pagar rumah warga hancur setelah tertimpa pohon tumbang.

Dikonfirmasi terpisah Kalaksa BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra menyebutkan, cuaca ekstrim hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan rusaknya atap rumah warga serta pohon tumbang.

“Hasil awal assessment, ada 19 desa dan kelurahan yang terdampak dengan 30 titik lokasi di 5 kecamatan di Jembrana,” terang Agus Artana, Rabu (21/1/2026).

Ia merinci, di Kecamatan Melaya terjadi di 4 titik di 3 desa dan kelurahan. Di Kecamatan Jembrana di 5 desa dan kelurahan dengan 5 titik lokasi. “Di Desa Batuagung ada 44 KK yang rumahnya terdampak akibat puting beliung,” sebutnya.

Kemudian di Kecamatan Negara di 4 desa dan kelurahan di 4 titik. Di Kecamatan Mendoyo terjadi di 5 desa dan kelurahan dengan 11 titik lokasi dan di Kecamatan Pekutatan musibah terjadi di 3 desa dengan 6 titik lokasi.

Baca Juga :  Hendak Dijual ke Denpasar, Polisi Amankan Belasan Penyu di Melaya

“Selain pohon tumbang, yang rusak akibat angin kencang atap rumah, dapur, bale sari dan garasi,” ungkapnya.

Di Desa Yehembang Kauh, kata dia, angin kencang mengakibatkan atap bangunan bangsal roboh. Dan di Desa Cupel, dua perahu nelayan setempat rusak. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here