Dari Rapat TPA Suwung Bali Siapkan Skema PSEL, Denpasar Butuh 1.300 Ton Sampah per Hari, Badung Bagaimana?

0
244

Balinetizen.com, Badung

 

Pemerintah Provinsi Bali terus mematangkan langkah penanganan sampah yang belakangan menjadi sorotan publik. Pasca aksi korve bersama dua menteri di Pantai Kedonganan, Wayan Koster menggelar rapat koordinasi terkait rencana penutupan TPA Suwung bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar, Selasa (10/2/2026).

Rapat tersebut dihadiri Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa.

PSEL Bali Siap Beroperasi, Butuh Pasokan Sampah Stabil

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengungkapkan, Bali saat ini diproyeksikan menjadi lokasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Pemkot Denpasar telah menyetujui pemanfaatan lahan non-ekonomi (non-EK1) milik Pelindo.

“Pelindo sudah menyetujui lahannya. Tugas kami di Denpasar menyiapkan lahan sekitar lima hektare, sementara pemasangan dan pengurugan lahan akan menjadi tanggung jawab mitra,” ujarnya usai rapat di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar Selasa (10/2/2026).

Namun demikian, tantangan utama PSEL adalah ketersediaan volume sampah. Operasional mesin PSEL membutuhkan pasokan minimal 1.200 hingga 1.500 ton sampah per hari. Sementara itu, produksi sampah Kota Denpasar saat ini baru mencapai sekitar 800–900 ton per hari.

“Kalau hanya Denpasar, belum memenuhi syarat. Karena itu kami kerja sama dengan Badung agar pasokan sampah bisa mencapai sekitar 1.300 ton per hari, sehingga mesin berani beroperasi,” jelas Jaya Negara.

Sambil menunggu PSEL yang ditargetkan Ground Breaking pada Maret 2026, Pemkot Denpasar tetap memperkuat pengolahan sampah dari hulu. Upaya yang dilakukan antara lain dengan memperbanyak TPS 3R, menambah jumlah komposter hingga 176 ribu unit, serta mengoptimalkan mesin pengolahan sampah di sejumlah titik.

Baca Juga :  Difference Between Conceptual & Theoretical Framework

“Pengolahan berbasis sumber tetap kami jalankan maksimal. PSEL ini menjadi solusi tambahan yang lebih profesional dan aman,” tegasnya.

Lokasi PSEL sendiri direncanakan berada di lahan Pelindo seluas sekitar 7 hektare, yang sebelumnya dirancang untuk pembangunan UMKM center dan hotel. Namun, pemerintah menilai persoalan sampah lebih mendesak untuk ditangani.

Sementara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa usai rapat menyatakan pihaknya juga menyiapkan langkah konkret menyambut rencana penutupan TPA Suwung. Badung mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber melalui desa dan kelurahan.

“Hari ini kami sudah kumpulkan perbekel, lurah, camat, termasuk pengelola sampah swasta. Kami dorong pembangunan teba modern dan pembagian komposter agar pengurangan sampah bisa dilakukan dari rumah tangga,” ujarnya lemas.

Terkait penggunaan insinerator, Adi Arnawa menyebutkan sementara masih dihentikan. Sedangkan rencana penutupan total TPA Suwung pada November 2026 masih menunggu arahan pemerintah pusat.

“Sesuai arahan menteri, saat ini TPA Suwung masih bisa menerima sampah tertentu atau sampah spesifik,” pungkasnya.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here