Dianggap Pelayanan Buruk, Fasilitas Dan Peralatan RSU Parama Sidhi Dirusak Keluarga Pasien

0
193

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Parama Sidhi Singaraja terpaksa melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Buleleng. Pasalnya sejumlah fasilitas dan peralatan penting yang ada di rumah sakit dirusak oleh keluarga pasien, yang merasa tidak puas dengan pelayanan rumah sakit. Akibat perusakan itu, pihak rumah sakit mengalami kerugian jutaan rupiah.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika,SH saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan perusakan fasilitas dan peralatan penting milik RSU Parama Sidhi Singaraja.

“Laporan dari pihak rumah sakit Parama Sidhi mengenai perusakan yang diduga penyebabnya akibat ketidakpuasan terhadap pelayanan rumah sakit,” beber AKP Darma Diatmika, pada Rabu, (16/8/2023).

Kronologisnya berawal pada Minggu, (13/8/2023) saat salah satu pasien MS alias B asal Kecamatan Banjar melakukan kontrol jantung didampingi keluarganya. Selanjutnya
oleh pihak rumah sakit, pasien tersebut langsung dibawa ke ruangan UGD untuk mendapat perawatan. Dalam hal penanganan, dilakukan sesuai SOP rumah sakit setempat. Dan pada saat sedang dirawat tiba-tiba pasien minta diantarkan ke kamar mandi hendak buang air besar.

“Oleh petugas rumah sakit pasien diantarkan ke kamar mandi. Namun sekitar Pukul 14.48 Wita pasien mengalami unfal (gangguan pada jantung), lalu ditangani cepat oleh petugas medis,” terangnya.

Nasibpun berkata lain, ucap Darma Diatmika karena nyawa pasien tidak dapat diselamatkan, selanjutnya peristiwa itu dikabarkan kepada pihak keluarga pasien sekitar Pukul 15.30 Wita. Tidak terima mendengar kabar kematian saudaranya, pihak keluarga kemudian mengamuk dan merusak beberapa fasilitas rumah sakit.

“Keluarga korban tidak terima saudaranya meninggal, kemudian melakukan perusakan. Diantaranya merusak 1 unit komputer, monitor CCTv UGD, kaca meja dalam keadaan pecah, 1 unit telepon internet rusak dan 1 set gorden rusak. Dari perusakan ini, pihak rumah sakit mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta lebih,” jelasnya.

Baca Juga :  Gas Elpiji 3 Kg Mendadak Naik, Harga Eceran Tembus 21 Ribu

Dijelaskan juga, kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polres Buleleng setelah pihak rumah sakit melaporkan peristiwa itu.

”Pelakunya masih dalam penyelidikan. Beberapa barang bukti telah diamankan termasuk potongan video CCTv milik rumah sakit saat peristiwa itu terjadi,” pungkas Darma Diatmika. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here