Dikeluhkan Warga, Asap PLN Pesanggaran Hitam Pekat

0
246

Asap Pekat PLN Pesanggaran Diprotes Warga

Balinetizen.com, Denpasar

Buntut dari kebakaran hebat TPA Suwung yang menyelimuti Denpasar Selatan dengan asap tebal, warga kembali bergulat dengan asap hitam pekat yang kali ini berasal dari cerobong asap Pembangkit Listrik Pesanggaran di Denpasar Selatan.

Terpantau pada Selasa, 14 November 2023, terlihat kepulan asap hitam mengepul dari cerobong asap Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas yang terletak di Jalan I Gusti Ngurai Rai, Pesanggaran, Denpasar, Bali.

Untuk diketahui ini dikelola oleh Unit Pembangkitan Bali Power, anak perusahaan PT PLN (Persero).
Pembangkit listrik ini beroperasi tidak hanya di Pesanggaran tetapi juga di wilayah Pemaron dan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.

Pasca kebakaran TPA Suwung, warga pun mengalami gangguan yang signifikan, seperti mengalami kesulitan bernapas dan batuk, mengingatkan kita pada tantangan yang dihadapi di era COVID, yakni penggunaan masker setiap hari.

“Setelah kebakaran TPA Suwung padam, asap masih tetap muncul, kini berasal dari pembangkit listrik PLN Pesanggaran, masalah yang sudah berlangsung puluhan tahun,” ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia menyatakan keprihatinannya atas buruknya kualitas udara di sekitarnya, dan menghubungkannya dengan polusi asap dan kebisingan mengganggu yang berasal dari pembangkit listrik Pesanggaran.

“PLTDG sudah lama beroperasi, mengeluarkan asap hitam pekat dari dua pilar knalpotnya. Di sini, kita sehari-hari menghirup polusi tanpa menyadari potensi risiko kesehatannya,” jelasnya.

Warga yang tidak mengetahui secara spesifik PLTDG ini, menyamakan kendaraan berbahan bakar solar yang mengeluarkan asap hitam dan mengganggu ruang publik. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mempertimbangkan kembali lokasi Unit Pembangkit Listrik Bali yang berada di tengah pemukiman padat penduduk.

Baca Juga :  Optimis, Serbuan Online Shop Tak Pengaruhi Omset Pedagang Dipasar Tradisional

“Penting untuk merelokasi pembangkit listrik ke daerah yang penduduknya lebih sedikit. Biasanya, pembangkit listrik terletak di daerah yang jarang penduduknya, tapi yang ini berada di jantung kota. Siapa yang akan bertanggung jawab atas asap yang dihasilkan oleh PLN?” dia bertanya.

Mengekspresikan kekhawatirannya terhadap memburuknya kualitas udara di Pesanggaran dari waktu ke waktu, ia menekankan potensi bahayanya bagi generasi mendatang. Mendesak tindakan segera, ia menyimpulkan, “Semakin lama kualitas udara tetap buruk, semakin berbahaya bagi anak cucu kita,” tandasnya. (Tri Prasetiyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here