Diknas Jembrana Jamin Lulusan SD Tertampung di SMP

0
163
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.
Balinetizen.com, Jembrana-
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra menjamin semua lulusan sekolah dasar (SD) tertampung di tingkat SMP.
“Kami sudah melakukan pemetaan. Kami yakin semua lulusan SD tertampung di jenjang SMP,” ujar Kadis Anom Saputra, Selasa (1/7/2025).
Menurutnya sistem penerimaan murid baru (SPMB) telah dibuka yakni melalui jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen, perpindahan orang tua  atau mutasi 5 persen dan terakhir jalur domisili 40 persen. Sementara sekolah dilarang menerima siswa lebih dari kuota yang sudah ditetapkan.
“Ini menjadi acuan kita. Untuk SPMB tingkat SD jarang ada  permasalah, kalau SMP memang ada,” sebutnya.
Namun, sambungnya, dari beberapa sekolah yang mengalami kelebihan siswa belum melakukan verifikasi. “Nanti setelah proses verifikasi baru ketahuan mana yang memenuhi syarat, mana yang tidak. Kalau pun masih ada kelebihan, itu nanti tugas kami untuk mendistribusikan ke tempat yang lain,” ungkapnya.
Untuk jenjang SMP, kata dia, pihak sekolah memiliki kewenangan menambah 10 persen dari porsi yang ditetapkan pada jalur masing-masing.
“Disini sekolah bisa menambah 10 persen dari jalur mana saja. Contohnya sekolah mau menambah di jalur prestasi, itu boleh, karena disana disebutkan minimal 25 persen. Atau di jalur afirmasi ada kelebihan, itu boleh dan secara prinsip memang harus diterima,”  ungkapnya.
Menurutnya permasalahan yang sering terjadi adalah pada jalur domisili dan ini menjadi atensi. Disini masyarakat atau orang tua murid banyak yang kurang tahu karena secara ketentuan sistem penerimaan siswa sudah terkunci.
“Misalnya ada siswa dari Mendoyo mendaftar di SMPN 1 Negara, ini sudah pasti tidak bisa karena SMPN 1 tidak muncul di sistemnya. Ini yang harus dipahami oleh warga,” terangnya.
Akan permasalahan itu, ia berharap masyarakat atau orang tua siswa memahaminya. “Sepanjang masyarakat memahami ini, saya yakin tidak ada sekolah kelebihan siswa. Saya yakin semua anak-anak tertampung karena sebelumnya sudah kita petakan,” sebutnya.
Standar untuk isian kelas, kata dia, sebanyak 36 siswa. Namun ada juga dengan isian 40 siswa. “Isi 40 kita berikan  dengan catatan sarana dan prasarana (Sanpras) terpenuhi. Ini biasanya terjadi di kota. Ini menjadi atensi kita kalau memang ada kelebihan,” pungkasnya. (Komang Tole)
Baca Juga :  Uji Coba Mesin Pengolahan Sampah Jadi RDF, Bupati Tamba Optimis Atasi Gunung Sampah Peh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here