Balinetizen.com, Badung
Komisi III DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama Perusahaan Umum Daerah (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung pada Senin (6/4/2026). Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja serta pelayanan air minum, khususnya di wilayah Badung Selatan.
Rapat kerja dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Badung, Made Ponda Wirawan, ST, didampingi anggota dewan lainnya, yakni Wayan Sandra, Gusti Ngurah Saskara, Made Sumerta, Gede Aryantha, Nyoman Karyana, dan Made Retha. Sementara dari pihak Perumdam, hadir Direktur Utama Wayan Suyasa bersama jajaran manajemen.
Dalam rapat tersebut, Made Ponda Wirawan menyoroti komposisi direksi Perumdam Tirta Mangutama, terutama terkait belum ditetapkannya direktur umum. Ia mempertanyakan apakah kondisi tersebut berdampak terhadap kinerja perusahaan.
“Bagaimana komposisinya dan apakah berpengaruh terhadap kinerja saat direktur umum belum ditentukan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti pelayanan air minum di wilayah Kuta Selatan yang diharapkan terus mengalami perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama, Wayan Suyasa, menjelaskan bahwa meskipun posisi direktur umum belum terisi, operasional perusahaan tetap berjalan normal. Hal ini karena Direktur Utama saat ini merangkap sebagai pelaksana tugas (plt) direktur umum.
“Dirut ditetapkan sebagai plt direktur umum, sehingga pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Suyasa juga mengungkapkan bahwa kinerja Perumdam Tirta Mangutama saat ini masuk dalam kategori baik dan sehat berdasarkan penilaian Kementerian PUPR. Bahkan, Perumdam berhasil menempati peringkat ke-9 secara nasional, meningkat signifikan dari sebelumnya di posisi 209, serta menjadi yang terbaik di wilayah Indonesia Timur.
Dari sisi cakupan pelayanan, Perumdam Tirta Mangutama telah mencapai 62,92 persen. Namun, angka tersebut masih dipengaruhi oleh keberadaan layanan air minum lain seperti Pamsimas dan sistem yang dikelola desa.
“Kami masih menunggu kebijakan terkait porsi pelayanan. Jika ditargetkan 85 persen, kami siap menggenjot capaian tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, dari sisi pendapatan, Perumdam mencatatkan angka Rp 282,6 miliar pada tahun 2024, namun mengalami sedikit penurunan menjadi Rp 280,073 miliar pada tahun 2025. Penurunan ini disebabkan oleh persaingan layanan air di kawasan ITDC serta adanya anomali dalam pelayanan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan, Perumdam berencana memanfaatkan sumber air dari Tukad Mati hingga kapasitas 1.000 liter per detik. Selain meningkatkan pasokan air, langkah ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir.
Terkait proyek pipa bawah laut, Suyasa menyampaikan bahwa pengerjaan telah berjalan dengan baik. Saat ini, pihaknya masih menunggu perizinan dari pemerintah pusat untuk proses penyambungan di bagian hilir.(RED-MB)

