Balinetizen.com, Buleleng
Menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, dan
mengevaluasi pelaksanaan SPMB tahun-tahun sebelumnya yang sekaligus memetakan langkah antisipasi agar polemik tahunan tidak kembali terulang, DPRD Buleleng menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng di Gedung Dewan, pada Jumat (29/5/2026).
Dalam arahannya, Ketua Dewan Ngurah Arya mengatakan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini masih terpaku pada keberadaan sekolah favorit.
Menurutnya penumpukan calon siswa di sekolah tertentu di perkotaan, sering kali membuat sekolah-sekolah di tingkat kecamatan menjadi sepi peminat. Padahal kualitas tenaga pendidik di Buleleng sudah merata dan memiliki kompetensi yang sangat baik.
“Kualitas guru-guru kita di Buleleng sebenarnya sudah bagus dan merata. Yang menjadi PR kita adalah bagaimana mengintervensi sekolah yang sepi peminat tersebut, melengkapi fasilitas infrastrukturnya. Sehingga memiliki daya saing yang sama dan kuota Rombel (rombongan belajar) bisa terpenuhi secara adil melalui 4 jalur PPDB yang ada,” papar Ngurah Arya.
Ia menegaskan, jika perpindahan domisili tersebut didasari oleh alasan yang riil seperti orang tua yang memang pindah tugas kerja, maka hal tersebut sah secara aturan. Namun, jika perpindahan KK tersebut hanya berupa siasat tanpa adanya perpindahan fisik, hal itu harus ditindak tegas melalui proses validasi dan verifikasi lapangan yang ketat oleh panitia SPMB.
Di samping persoalan SPMB, rapat ini juga membedah tantangan besar yang tengah dihadapi dunia pendidikan di Bumi Panji Sakti, yakni krisis kekurangan sekitar 1.000 tenaga pendidik, khususnya pada tingkat Pendidikan Dasar (SD dan SMP).
Menyikapi hal tersebut, Ngurah Arya mengingatkan bahwa pemenuhan hak pendidikan dasar merupakan amanat konstitusi Pasal 31 UUD 1945 yang juga menjadi kewajiban pemerintah pusat. DPRD Buleleng mendorong Disdikpora untuk tidak lelah berkoordinasi dan bersama-sama mendesak pemerintah pusat agar Kabupaten Buleleng segera diberikan kuota formasi guru yang memadai dalam waktu dekat.
Melalui audiensi ini, DPRD Buleleng berharap Disdikpora dapat melahirkan formula SPMB 2026 yang lebih matang, transparan, akuntabel, dan mampu mengakomodasi hak seluruh anak-anak di Kabupaten Buleleng untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan merata. GS

