Balinetizen.com, Denpasar –
Kemacetan panjang terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk hingga jalur utama menuju Denpasar dalam beberapa hari terakhir.
Lonjakan wisatawan domestik yang datang ke Bali meningkat signifikan dan memicu kepadatan arus lalu lintas di pintu masuk Pulau Dewata tersebut.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut data sementara menunjukkan jumlah wisatawan domestik yang masuk ke Bali pada periode 1–15 Maret 2026 meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Hal ini kata dia, berdampak langsung pada meningkatnya volume kendaraan yang masuk melalui jalur darat dari Pulau Jawa.
Sebagian besar kendaraan yang masuk ke Bali terdiri dari kendaraan pribadi, bus pariwisata, serta kendaraan logistik yang menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik jalur utama menuju Denpasar.
Sebelumnya, pihak kepolisian Polda Bali memprediksi puncak kepadatan arus kendaraan akan terjadi pada 17–18 Maret 2026. Namun, lonjakan kendaraan ternyata terjadi lebih awal, yakni pada 14–15 Maret, sehingga kondisi lalu lintas sempat berada di luar perkiraan.
“Kita gak menyangka juga akan seramai itu, tapi memang kondisi jalan kita memang sudah tidak memadai,” cetus Koster. Terlebih di Kota Denpasar dan Badung.
Dan menurutnya tidak ada langkah lain dalam jangka panjang selain memperbaiki infrastruktur jalan, termasuk mengatur arus kendaraan seperti penumpang dan angkutan logistik.
Salah satu faktor yang memperparah kemacetan adalah tingginya jumlah kendaraan logistik yang melintas di jalur tersebut. Kondisi jalan yang berkelok dan relatif sempit membuat kendaraan pengangkut barang bergerak lebih lambat dan menghambat arus kendaraan di belakangnya.
Pihaknya kini mempertimbangkan kebijakan baru untuk mengatur pergerakan kendaraan logistik guna mengurangi potensi kemacetan di jalur Gilimanuk–Denpasar. Pengaturan tersebut dinilai penting karena jalur ini merupakan koridor utama distribusi barang sekaligus mobilitas wisatawan menuju Bali.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

