Festival Belanja Terbesar di Indonesia Resmi Dibuka di Bali

0
185

Balinetizen.com, Badung

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Bali resmi membuka Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 pada Kamis (14/8/2025) di Sidewalk Jimbaran. Acara ini menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 dan HUT Provinsi Bali ke-67, sekaligus mendorong kontribusi sektor ritel terhadap perekonomian nasional serta menguatkan peran UMKM dalam rantai pasok perdagangan modern.

ISF 2025 dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Ketua APPBI DPD Bali, Zenzen Guisi Halmis, menjelaskan festival ini berlangsung dari 14–24 Agustus 2025 di 400 pusat perbelanjaan seluruh Indonesia.

“Nantinya akan terdapat diskon spesial hingga 80% sesuai usia Republik Indonesia tahun ini. Selain itu, ada Big Shop Big Win, undian belanja dengan hadiah mobil listrik EV Vinfast, iPhone 16, hingga jutaan voucher,” ungkap Zenzen.

Pengunjung cukup mendaftar ke customer service di mal partisipasi dan menunjukkan struk belanja minimal Rp100.000 pada tanggal yang sama untuk mendapatkan satu nomor undian. Nomor undian akan dikirim otomatis melalui email. Periode belanja untuk undian ini berlangsung dari 1–24 Agustus 2025.

Di Bali, beberapa mal yang berpartisipasi antara lain Level 21 Mall, Living World Denpasar, ICON BALI Mall, Trans Studio Mall Bali, Plaza Renon, Sidewalk Jimbaran, dan Beachwalk Shopping Center.

Menurut Zenzen, ISF 2025 menjadi bukti sinergi antara pusat perbelanjaan, pelaku usaha, pariwisata, dan masyarakat. “Kami ingin menegaskan peran pusat perbelanjaan sebagai penggerak perekonomian, wisata belanja, dan pelestari budaya Bali,” jelasnya.

Ia menambahkan, pasar ritel kini menawarkan pengalaman (experience) yang tidak bisa didapatkan lewat belanja daring. “Kalau belanja online hanya bisa lihat gambar, tapi di mal kita bisa sentuh, lihat langsung, dan menikmati suasana bersama keluarga,” ujarnya.

Baca Juga :  Komandan KKB Wilayah Kosiwo Mantapkan Diri Kembali ke NKRI

APPBI DPD Bali juga mendukung program Bali bersih dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, melarang minuman kemasan tertentu, serta bekerja sama dengan komunitas untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada 2024 mencapai 5,48%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03%. Ia menilai meningkatnya jumlah pusat belanja dan pengunjung adalah tanda positif bagi perekonomian daerah.

“Kalau mal makin ramai dan belanja meningkat, berarti ekonominya bagus. Investasi juga bagus, perputaran uang cepat,” ujar Koster.

Ia mengingatkan bahwa capaian ini patut disyukuri mengingat ekonomi Bali sempat terpuruk hingga minus 9,3% pada 2020 akibat pandemi COVID-19. “Tahun 2021, kunjungan wisatawan asing hanya ratusan per bulan. Hotel-hotel kosong, banyak usaha tutup. Tapi berkat kerja sama semua pihak, pada 2022 situasi mulai membaik,” katanya.

Dengan ISF 2025, diharapkan Bali tidak hanya menarik wisatawan untuk berbelanja, tetapi juga memperkuat citra sebagai destinasi wisata bersih dan berkelanjutan.

 

Jurnalis : Tri Widiyanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here