Gapura Roboh Disenggol Truk, Dipicu Air Surut Antrian Truk Menuju Pelabuhan Gilimanuk Mengular

0
331

 

Balinetizen.com, Jembrana

Sebuah bangunan gapura pembatas wilayah antar lingkungan di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, roboh setelah disenggol kendaraan truk. Kondisi tersebut dikeluhkan warga.

Disisi lain antrian kendaraan dipicu surutnya air laut di perairan Pelabuhan Gilimanuk hingga mencapai kurang lebih 3 kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Fenomena alam air surut terjadi sejak dua hari belakangan mulai sekitar pukul 03.00 dini hari hingga menjelang pukul 10.00.

Dari informasi robohnya gapura pembatas lingkungan berawal dari truk boks yang terjebak antrian mencoba mencari jalan alternatif dengan masuk jalan gang permukiman warga, Kamis (29/10/2026).

Naas, saat akan kembali ke jalan utama, boks truk menyenggol gapura pembatas lingkungan antara Lingkungan Arum dan Lingkungan Asih. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WITA.

​Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika volume kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk semakin padat hingga menimbulkan antrian panjang mencapai sekitar 3 kilometer dari pintu pelabuhan.

Salah satu pengemudi truk mencoba mencari jalan alternatif dengan melalui Gang 1. Antrian terjadi disebabkan air laut perairan pelabuhan mengalami surut sehingga mengganggu aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Gilimanuk.

​”Dari laporan warga, kejadiannya pagi hari ketika truk akan kembali ke jalan utama. Karena truknya cukup panjang, saat berbelok menyenggol gapura sehingga roboh,” ujarnya.

Kondisi ini dikeluhkan warga karena sangat mengganggu aktifitas warga yang sedang berjualan di pasar saat pagi hari. Karena itu warga kompak menutup akses jalan belakang pasar. “Jalan gang belakang pasar ditutup warga karena disana ada gapura hias. Warga mengeluh sulit beraktivitas karena banyak truk jenis colt diesel masuk gang,” sebut Toni.

Baca Juga :  Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Berikan PMT Pada Balita, Ibu hamil dan Lansia

​Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, mengungkapkan bahwa antrean kendaraan yang terjadi karena dipicu surutnya air laut di bawah ambang batas toleransi yang telah berlangsung dalam dua hari terakhir.

Kondisi alam ini membuat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk terhambat dan baru bisa kembali berjalan normal saat air laut pasang. “Dampaknya terjadi antrean di jalur utama, terutama kombinasi kendaraan barang, truk kargo dan kendaraan kecil lainnya,” kata Kapolsek.

​Kendati demikian, pihaknya memastikan situasi lalu lintas tetap terkendali berkat edukasi dan koordinasi intensif melalui grup WhatsApp dengan para pengemudi.

Kapolsek menegaskan bahwa antrian kendaraan yang terjadi bukan disebabkan adanya penundaan keberangkatan kapal. Namun murni karena faktor alam serta tingginya volume kendaraan di tengah proses revitalisasi dermaga. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here