Balinetizen.com, BadungÂ
Belakangan gempa berkekuatan 4-5 M kerap melanda Kawasan Kuta Selatan, Badung.
Sebagaimana diketahui, kawasan Kuta Selatan terdapat vila yang tebingnya longsor yakni di Balangan, Jimbaran.
Di kawasan ini ada sekitar 4 vila yang terdampak yaitu Biu – Biu Lojaya, Vila Singa, Henodism Vila dan Biu – Biu Komala.
Feri (37), satpam Vila Hedonism mengaku bahwa sejak peristiwa longsor yang terjadi 1 Maret 2023, pihak manajemen vila telah menutup vilanya.
Pasca ada gempa yang terjadi belakangan ini menurutnya tidak berdampak pada longsor di vilanya.
“Tidak berdampak kok,” kata Fery
ditemui di Vila Henodism, Selasa (4/4/2023).
Fery mengaku tidak takut dengan akibat dampak yang ditimbulkan jika terjadi gempa atau hal yang tidak diinginkan, meski demikian Fery mengakui ada sedikit ketakutan apabila terjadi longsor susulan yang lebih parah.
“Sudah di tutup sejak kejadian longsor dan sejak saat itu saya tidak berani memantau ke belakang. Kan sudah di police line gak beranilah,” tukasnya.
Saat gempa Selasa (4/4/2024) dinihari tadi Fery mengaku sempat merasakan gempa tersebut meski hanya sebentar.
Peristiwa itu terjadi saat dirinya tengah berjaga yaitu pada Selasa (4/4/2023) dini hari sekitar pukul 04.00 witaa.
Fery yang bekerja baru satu tahun sebagai satpam di vila Hedonism menegaskan, bahwa ia tidak khawatir adanya gempa dan longsor susulan.
“Karena telah mengantisipasi berjaga di areal depan dari vila,” ungkap Fery.
Meski demikian Fery mengaku bahwa dirinya tidak berani masuk ke dalam area longsor karena telah di tutup (police line).
Senada dengan Fery, Satpam di Vila Biu-Biu Komala, Wayan Sentana (49) yang merupakan warga asli Cengiling, Jimbaran, Kuta Selatan juga mengaku tidak khawatir akan dampak gempa atau terjadi gempa di kawasan vila yang ia tunggui.
Pasalnya ia bekerja sudah 15 tahun sebagai penjaga vila. “Mulai dari nol, katanya.
“Tidak ada ketakutan karena sudah mengetahui kondisi areal di sekitar sini serta asli kelahiran disini,” imbuh Wayan menegaskan bahwa vilanya merupakan vila pribadi dan tidak disewakan.
Adapun penyebab longsor menurutnya, diperkirakan karena pengaruh air laut.
“Karena dampak adanya benteng penahan ombak sehinga kemungkinan tanah disekitar akhirnya di kikis,” tandasnya.
Ia mengingat kejadian gempa dahsyat terjadi pada saat ia berumur 7 tahun.
Wayan mengungkap, bahwa peristiwa gempa dahsyat pernah ia rasakan saat umurnya 7 tahun.
“Saya rasakan sekali itu saja hingga saat ini,” akunya.
Wayan menegaskan, bahwa tidak ada sedikit pun kekhawatiran pada tebing vila yang longsor tersebut.
“Tidak ada sama sekali kekhawatiran di karenakan daerah di sekitar desa Cengiling sebagian besar merupakan dataran tinggi dan bebatuan sehingga tidak khawatir apabila ada gempa,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui vila ini pemiliknya Irwan Musri suami dari Maia Estianty artis ibukota.
Sementara itu, pihak DLHK Badung yang dikonfirmasi melalui Kabid Penaatan Sumantra mengaku bahwa hasil kajian yang dilakukan pihaknya belum keluar.
“Masih dirapatkan dengan pimpinan,” singkat Sumantra, Selasa (4/4/2023).
Pewarta : Tri Prasetiyo

