Gempa M7,7 Guncang NTT, 53 Orang Meninggal dan 241 Rumah Rusak

0
36

 

 

Balinetizen.com, NTT

Pendataan korban dan kerusakan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Hingga Minggu (16/8), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 53 orang, sementara ratusan rumah mengalami kerusakan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menjelaskan berdasarkan data sementara pada Minggu (15/8) pukul 16.00 WIB, total korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 53 orang.

Korban meninggal tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang, dan Ende 2 orang.

Selain korban meninggal dunia, petugas gabungan juga terus melakukan evakuasi dan penanganan terhadap warga yang mengalami luka-luka. Total korban luka tercatat sebanyak 137 jiwa.

Saat ini, para korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat yang disiapkan untuk mendukung penanganan pascagempa.

Gempa M7,7 NTT juga menyebabkan kerusakan pada ratusan bangunan. Berdasarkan data sementara, sebanyak 154 unit rumah mengalami rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, antara lain fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.

Sementara itu, pendataan terhadap warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu (16/8), tercatat sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.

Aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama M7,7 mengguncang NTT. Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 995 kali gempa susulan, dengan 46 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Walikota Jaya Negara ‘Ngaturang Bhakti Pujawali’ di Pura Agung Lokanatha Denpasar

Kondisi tersebut membuat petugas gabungan terus melakukan pemantauan sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Merespons bencana gempa di NTT, Kepala BNPB bersama jajaran kementerian terkait telah tiba di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak dan mengungsi.

Sejumlah bantuan juga telah disalurkan melalui jalur darat maupun udara. Bantuan logistik dari pemerintah pusat telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).

Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket. Penyaluran bantuan akan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.

Pendataan korban, kerusakan bangunan, serta kebutuhan pengungsi juga masih berlangsung seiring dengan proses penanganan darurat di lapangan. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here