Balinetizen.com, Jember
SDN Balung Kulon 2 turut menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengikuti sejumlah kegiatan, di antaranya gerak jalan dan sepak bola tingkat Kecamatan Balung.
Kepala SDN Balung Kulon 2, Reni Resiana, S.Pd., M.Pd., mengatakan gerak jalan menjadi salah satu kegiatan rutin yang dipersiapkan sekolah dalam menyambut momentum kemerdekaan.
“Untuk kegiatan rutin dalam peringatan HUT RI yang ke-81, yang paling utama tentunya gerak jalan. Anak-anak sejak awal Agustus sudah kami latih untuk mengikuti gerak jalan tingkat kecamatan,” ujar Reni.
Selain gerak jalan, SDN Balung Kulon 2 juga berpartisipasi dalam kegiatan sepak bola. Bahkan, dua siswa sekolah tersebut berhasil terjaring dalam seleksi untuk memperkuat tim Liga Belajar Kecamatan Balung tingkat SD.
“Alhamdulillah, untuk sepak bola kemarin ada seleksi persiapan Liga Belajar. Dari SDN Balung Kulon 2 sudah terjaring dua siswa untuk menjadi pemain Liga Belajar Kecamatan Balung tingkat SD,” jelasnya.
Manfaatkan Potensi Guru
Dalam mempersiapkan siswa menghadapi berbagai kegiatan, pihak sekolah memilih mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk tenaga pendidik.
Menurut Reni, langkah tersebut dilakukan agar kegiatan berjalan efektif sekaligus efisien dari sisi pembiayaan.
“Kami cukup memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah, yaitu tenaga guru kami sendiri. Yang terutama adalah efisiensi dana. Harapan kami dengan pemanfaatan guru yang ada, target prestasi bisa tercapai. Dengan efisien dan efektif,” katanya.
Tanamkan Semangat Kemerdekaan
Momentum HUT ke-81 RI juga dimanfaatkan SDN Balung Kulon 2 untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada para siswa.
Reni berharap peringatan kemerdekaan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi siswa untuk mengenang jasa para pahlawan dan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan.
“Dengan adanya peringatan ini, anak-anak bisa mengenang jasa para pahlawan yang dulu berjuang demi kemerdekaan. Anak-anak hari ini diingatkan untuk tetap mempertahankan kemerdekaan itu dengan cara belajar dan mematuhi peraturan yang ada di sekolah,” tuturnya.
Ia berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, berlandaskan iman dan takwa, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Dorong Kepedulian terhadap Sampah
Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pembinaan siswa di SDN Balung Kulon 2. Salah satunya melalui kegiatan memilah dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna.
Reni menjelaskan, kondisi halaman sekolah yang cukup luas membuat pengelolaan sampah menjadi perhatian penting. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya, termasuk botol plastik bekas yang masih dapat didaur ulang.
“Walaupun tidak ada imbauan dari Gus Bupati, karena halaman kami cukup luas, tentu akan berpengaruh dengan menumpuknya sampah. Salah satunya untuk mengurangi penumpukan sampah itu, kami memilah mana yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak,” ungkapnya.
Botol bekas minuman kemudian dikumpulkan dan dimanfaatkan sebagai bahan keterampilan siswa. Dari kegiatan tersebut, para siswa membuat berbagai produk kreatif, seperti kursi, meja, hingga hiasan dinding.
Salah satu produk yang ditunjukkan merupakan kursi dan meja berbahan dasar botol plastik bekas. Botol-botol tersebut diisi dengan kertas dan plastik yang sudah tidak terpakai untuk memberikan kekuatan, kemudian dimodifikasi menggunakan kain sehingga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.
“Ini salah satu produk daur ulang dari botol minuman. Di dalamnya diisi kertas-kertas dan plastik yang sudah tidak terpakai. Kemudian kami modifikasi dengan kain sehingga bisa terbentuk meja dan kursi,” jelas Reni.
Kegiatan pengolahan sampah tersebut melibatkan siswa kelas 5 dan 6 dan telah berjalan sekitar dua tahun, mulai 2025.
Melalui kegiatan tersebut, SDN Balung Kulon 2 tidak hanya mengajarkan siswa menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong kreativitas dan keterampilan dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Bagi pihak sekolah, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT RI, tetapi diwujudkan melalui prestasi, kedisiplinan, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah dasar.
( Bam)

