Gencar Promosikan Pariwisata Bali di Dunia, Supadma Rudana Terus Desak Pemerintah Longgarkan Kebijakan Karantina

0
551

Foto: Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR).

Balinetizen.com, Gianyar

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Putu Supadma Rudana (PSR) terus bersuara lantang dan mendorong pemerintah pusat agar mendukung pemulihan ekonomi Bali dengan konkret dan nyata. Salah satunya dengan memperlonggar kebijakan karantina sehingga wisatawan mancanegara bisa lebih mudah ke Bali dan pariwisata Bali bisa hidup kembali.

“Bantuan harus segera konkret dan nyata. Penerbangan internasional segera datang dan tentunya karantina disesuaikan dengan kondisi Bali. Jika Turki dan Thailand bisa dibuka hanya dengan test PCR, Bali semestinya bisa,” kata Supadma Rudana ditemui di Museum Rudana Gianyar, Rabu (29/12/2021).

Dikatakan situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung. Kondisi perekonomian seluruh dunia termasuk Indonesia dan khususnya Bali masih berantakan, dan ini bukan kondisi yang mudah.

Selaku tokoh Bali, Anggota DPR RI wakil rakyat Bali dan juga selaku Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Supadma Rudana selama ini terus gencar mempromosikan pariwisata Bali di kancah dunia.

“Saya ini istilahnya duta besarnya parlemen Indonesia di dunia maka saya terus menyuarakan tentang Indonesia, tentang pariwisata, tentang Bali, Tri Hita Karana, Subak, Nyepi. Saya suarakan event-event dunia harus dibawa dan diselenggarakan di Bali,” ungkap tutur Anggota Komisi VI DPR RI membidangi perekonomian, perdagangan, UMKM dan BUMN ini.

Hasilnya DPR RI sebagai lembaga legislatif Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah bagi pertemuan parlemen se-dunia atau Inter-Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-144 yang akan diselenggarakan pada 20-24 Maret 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali.

“Maret 2022 IPU ke-144 akan dilaksanakan di Bali diikuti 179 negara. Kita undang ke Bali dan mereka sangat suka. Saya pergi ke beberapa negara, lebih dari 12 negara selalu mengundang ketua parlemen, parlemen, masyarakatnya untuk berkunjung ke Bali. Mereka sangat ingin ke Bali,” ungkap Supadma Rudana yang juga Pimpinan Museum Rudana & Rudana Fine Art Gallery Rudana serta Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) ini.

Baca Juga :  Imigrasi Indonesia Permudah WNA, ITAP dan ITAS Kini Bisa Melintasi Autogate di Dua Bandara Ini

Namun kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali menghadapi dua tantangan besar yakni masih sulitnya penerbangan internasinal dan lamanya masa karantina selama 10 hari. “Artinya ini yang harus dicarikan solusi agar masyarakat dunia bisa berkunjung ke Bali. Harusnya kalau di Bali 1 hari test PCR negatif selama 24 jam langsung bisa berwisata tanpa perlu karantina lagi,” tegas politisi muda Demokrat asal Peliatan, Ubud, Gianyar ini.

Wasekjen DPP Partai Demokrat ini menegaskan pandemi jangan menghalangi segala kegiatan ekonomi apalagi perekonomian masyarakat Bali hampir 90 persen di sektor pariwisata dan sektor terkait. Karenanya Supadma Rudana juga mendorong pemerintah, maupun lewat BUMN memprioritaskan Bali agar pariwisata Bali cepat dibuka.

“Saya di komisi VI jadi mitra BUMN mendorong terus BUMN berperan sebagai agent of change, agent of development mendorong segala hal tanggung jawab sosial lingkungan BUMN menyangkut vaksin booster agar didorong lagi,” pungkas Supadma Rudana. (wid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here