Gubernur Koster Hadiri 17 Tahun Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Penarungan

0
207

Balinetizen.com, Buleleng

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan HUT ke 17 Yayasan Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Gria Agung Panaraga Satyam Ashram Penarungan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. HUT ke 17 pasraman ini pada Sabtu, 25 Februari 2023. Namun untuk perayaannya dilaksanakan pada Senin, 27 Februari 2023.

Kehadiran orang nomor satu di Bali ini, disambut sukacita dan penuh kekeluargaan oleh para pinandita serta warga setempat.

Tampak hadir, Gede Supriatna, Nyoman Jampel, Ketut Suiasa, Wayan Geredeg, Agus Mahayastra dan Nyoman Sutjidra.

Gubernur Koster melakukan pengukuhan sisia anyar, penyerahan ilekita patra, surat keputusan penunjukan bhawati sebagai asisten nabe serta memberikan penghargaan kepada tokoh yang membesarkan pasraman.

Dalam kata sambutannya Gubernur Koster mengapresiasi pasraman sebagai implementasi pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru.

“Pola pembangunan semesta berencana nangun sat kerthi loka Bali adalah menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya menuju kehidupan sejahtera skala niskala.

Sementara itu Ketua Panitia HUT ke 17 Pasraman Pinandita Brahma Vidya Samgraha Gria Agung Panaraga Satyam Ashram Penarungan Ida Bhawati Hermawan mengatakan keberadaan pasraman di Gria Agung Panaraga Satyam Ashram Penarungan untuk meningkatkan kemampuan dibidang kepemangkuan. Dan yang paling penting adalah mengasah mental dan moral mereka, supaya mencerminkan seorang pemangku yang terdidik di pasraman, serta menjadi publik figur dimasyarakat.

“Harapannya kedepan setelah berusia 17 tahun ini, pihak pemerintah ikut membantu bagaimana caranya kita meningkatkan kualitas kepemangkuan yang notabene mereka sebagai ujung tombak pembinaan umat di jagat Bali ini.” terangnya

“Kita dipasraman ini, tidak mencetak pemangku. Mengingat mencetak pemangku melalui tahapan proses pemilihan, sutri kejumput, keturunan.” ujar Ida Bhawati Hermawan menegaskan.

Baca Juga :  Kerap Kecurian, Pedagang Pasar Senggol Pekutatan Resah

Dijelaskan juga bahwa dipasraman ini hanya menyediakan tempat untuk mereka belajar. Jadi tidak ada mencetak pemangku. Kalau mencetak pemangku adalah salah. Karena sesuai dengan kesatuan tafsir agama itu.

“Kalau ngadegang pemangku, sudah jelas melalui pemilihan, keturunan, sutri, kejumput. Kita ini hanya mendidik saja mereka, dengan meningkatkan kemampuan dibidang mantra, upakara dan etikanya.” tutupnya.

Gubernur pada kesempatan ini, memberikan bantuan dan menjanjikan hibah. GS

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here