Foto: Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi (tengah) usai berbincang-bincang menyapa pemirsa di Radio Nuansa Giri FM, Buleleng.
Balinetizen.com, Buleleng
Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dapil Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra (Amatra) yang akrab disapa Gus Adhi memang “beneh-beneh, seken-seken, saje-saje” (benar-benar, sungguh-sungguh dan serius) dalam membangun pertanian Bali. Tidak terhitung sudah begitu banyak bantuan yang digelontorkan Gus Adhi untuk petani di seluruh Bali hingga berbagai program pemberdayaan dan pendampingan petani digulirkan.
Totalitas Gus Adhi membangun pertanian dari Bali tidak terlepas dari inspirasi sosok Presiden kedua RI yakni Presiden Seoharto yang berhasil mewujudkan swasembada pangan di tanah air dengan keseriusan menggarap sektor pertanian.
Presiden Soeharto juga begitu dengan petani salah satu pendekatan dengan program Kelompencapir, yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa. Kelompencapir adalah kegiatan pertemuan untuk petani dan nelayan di Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.
Terinspirasi atas Kelompencapir ala Soeharto, Gus Adhi kini menghadirkan “Kelompencapir Amatra” sebagai upaya lebih dekat dengan petani, menyerap dan mendengar langsung keluh kesah serta aspirasi petani, memberikan edukasi kepada petani dan memberdayakan serta mendampingi petani. Selain sebagai upaya membangun pertanian dalam arti luas, “Kelompencapir Amatra” juga wujud nyata perjuangan Gus Adhi untuk menghadirkan “sejuta senyum untuk petani.”
“Saya ingin menduplikasi Kelompencapir dari Presiden Soeharto yang disesuaikan dengan konteks kekinian sehingga saya hadirkan Kelompencapir Amatra,” kata Gus Adhi, Kamis (4/11/2021).

Keinginan menghadirkan “Kelompencapir Amatra” juga diutarakan Gus Adhi, Minggu (31/10/2021) saat dirinya hadir berbincang-bincang menyapa pemirsa, dan petani di Radio Nuansa Giri FM, Buleleng yang merupakan salah satu radio pioner penggerak dan pendobrak pertanian di Bali dengan memberikan informasi agribisnis dan seputar kehidupan pertanian.
Saat live hadir sebagai narasumber dalam bincang-bincang di Radio Nuansa Giri, Gus Adhi berbicara banyak tentang pertaniannya. Anggota Komisi II DPR RI ini sangat antusias bercerita tentang pandangan dan gagasannya untuk membangun pertanian Bali.
Baginya pertanian harus dibangun dengan serius, butuh pemahaman mendalam atas permasalahan pertanian dan kondisi petani di bawah serta yang tidak kalah penting butuh dukungan semua pihak/stakeholder. Karena itulah melalui “Kelompencapir Amatra”, Gus Adhi juga mengajak semua kekuatan, elemen, stakeholder untuk bersatu membangun pertanian Bali dan memberikan perhatian lebih kepada petani yang merupakan profesi yang sangat mulia. Bagi Gus Adhi, petani adalah tumpuan kehidupan karena menyediakan pangan untuk kita makan sehari-hari.
“Tanpa petani kita tidak berarti apa-apa dan tanpa pertanian kita akan tiada. Maka penting sekali kita hadir memberikan perhatian dan dukungan penuh membangun pertanian dan mensejahterakan petani. Tentu cita-cita besar saya ingin melihat Indonesia kembali menjadi negara agraris yang kuat, kita bisa swasembada pangan, tidak tergantung pada impor,” tutur politisi Golkar asal Kerobokan, Badung itu.

Baginya Kelompencapir di era Presiden Soeharto merupakan program yang bagus dan dirinya ingin melanjutkan program itu di Bali dan juga untuk mendorong pemerintah lebih serius membangun pertanian. “Saya ajak pemerintah, hal yang baik bukan nista kita wariskan. Kelompencapir adalah langkah yang dilakukan Presiden kedua RI, Bapak Pembangunan kita Bapak Soeharto sebagai wadah mengevaluasi kegiatan pertanian yang ada untuk meningkatkan dan menyempurnakan kemampuan dan potensi yang ada di petani. Jadi karena ini bagus dan sudah teruji di era Orde Baru maka saya berkeyakinan upaya Kelompencapir bisa membuat petani maju di era saat ini,” papar Gus Adhi.
Kelompencapir Amatra akan dikemas melalui kegiatan “Megae Sambil Melali” yang artinya bekerja sambil melancong. Bekerja sambil refreshing akan merangsang lahirnya ide dan gagasan baru. Yang lebih penting lagi bagaimana bisa menjadi pendengar yang baik bagi petani lalu berdiskusi menghadirkan solusi dan perjuangan nyata untuk mereka.
“Ini juga untuk merangsang tokoh masyarakat sekitar untuk menggerakkan pertanian. Kalau sektor pertanian bergerak di daerah masing-masing tentu bisa menjadi inspirasi dan menguatkan perekonomian daerah,” kata wakil rakyat yang dikenal dengan spirit perjuangan “Amanah, Merakyat, Peduli” (AMP) dan “Kita Tidak Sedarah Tapi Kita Searah” ini.

Dengan spirit “Amatra Sahabat Petani, Gus Adhi tentunya akan semakin menguatkan program pendampingan dan pemberdayaan satu paket dengan program “Kelompencapir Amatra”. “Saya gandeng BPTP (Badan Pengkajian Teknologi Pertanian) Bali untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi petani. Kita dukung penuh petani dan menghadirkan sejuta senyum untuk petani,” pungkas Gus Adhi yang juga Ketua Harian Depinas SOKSI dan Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali ini.
Dikutip dari Wikipedia, Kelompencapir, yang merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa, adalah kegiatan pertemuan untuk petani dan nelayan di Indonesia yang dicetuskan pada masa pemerintahan Presiden Suharto.
Kegiatan ini mengikutkan petani-petani berprestasi dari berbagai daerah. Mereka diadu kepintaran dan pengetahuannya seputar pertanian, antara lain soal cara bertanam yang baik dan pengetahuan tentang pupuk dengan model mirip cerdas cermat. Program ini ikut andil kala Indonesia mencapai swasembada pangan dan mendapatkan penghargaan dari FAO pada tahun 1984. (wid)

