Balinetizen.com, Banyuwangi
Memasuki hari ketujuh operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, tim SAR Gabungan terus menunjukkan semangat dan kekuatan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Doa pun terus dipanjatkan untuk para keluarga korban agar tetap tabah dan diberi kemudahan dalam segala proses pencarian maupun pertolongan.
Komandan Posko SAR Gabungan menyampaikan perkembangan penting kepada awak media pada Selasa pagi (8 Juli 2025), bahwa telah ditemukan dua korban tambahan oleh nelayan yang berada di perairan Selat Tanjung Anjir, Sembulangan.
Korban ke-39 ditemukan pada pukul 01.24 WITA oleh masyarakat nelayan. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Muncar menggunakan perahu nelayan. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Korban ke-40 juga ditemukan di lokasi yang sama pada pukul 06.28 WITA. Tim dari Ditpolairud menggunakan perahu karet dan speedboat menuju titik penemuan. Proses evakuasi berjalan lancar dan jenazah telah sampai di RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.
“Kami tidak bisa menahan informasi ini karena merupakan bentuk integritas kepada rekan-rekan media serta upaya kami untuk memberikan informasi kepada masyarakat Indonesia,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno selaku SMC (SAR Mission Coordinator) Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, Selasa (8/7/2025).
Pencarian kali ini, katanya difokuskan pada sektor selatan berdasarkan analisis dari temuan-temuan beberapa hari terakhir. Pihak Basarnas juga melibatkan masyarakat nelayan untuk turut serta memberikan informasi apabila dalam pelayaran mereka menemukan objek terapung yang mencurigakan.
Tim SAR juga telah mengaktifkan metode Search Stage III (Triple S) untuk melakukan pendeteksian bawah air dengan sistem pencitraan tiga dimensi. Meski hasil dari pemindaian bawah air belum bisa disampaikan sepenuhnya, proses pendeteksian masih terus berlangsung dengan harapan besar dapat mempercepat proses evakuasi dan identifikasi.
“Material dan tenaga manusia tentu memiliki batas. Maka kami menggerakkan seluruh komponen, termasuk nelayan lokal dan aparat darat, untuk memperkuat kolaborasi,” tambahnya.
Pihak Posko SAR Gabungan menegaskan akan terus melakukan pencarian korban yang mungkin masih berada di permukaan laut. Sementara itu, tim penyelam bersiap melakukan aksi apabila hasil deteksi bawah air menunjukkan hasil yang signifikan.
“Kami mohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar semua proses pencarian dan identifikasi berjalan lancar. Semoga semua korban dapat ditemukan dan diidentifikasi secepatnya,” pungkasnya.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

