Balinetizen.com, Jembrana
Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Kabupaten Jembrana tidak hanya menjadi ajang refleksi sosial dan lingkungan, tetapi juga momentum besar untuk mendorong koperasi lokal merambah dunia digital. Berpusat di area parkir Pura Rambutsiwi pada Sabtu (18/7), acara bertema “Jembrana Bersih, Koperasi Sehat, Anggota Sejahtera” ini memadukan aksi sosial—seperti bersih-bersih sampah, penanaman pohon, dan layanan kesehatan gratis—dengan seruan kuat untuk memodernisasi ekonomi kerakyatan.
​Hadir langsung dalam acara tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Ketua DPRD Ni Made Sri Sutharmi. Di hadapan ratusan insan koperasi yang memadati lokasi, Bupati Kembang menegaskan bahwa filosofi gotong royong koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi digital yang inklusif.
​”Kalau kita ingin maju pesat, maka kita harus jalan bersama-sama. Dan itulah sejatinya filosofi koperasi. Berjalan bersama-sama, bergandengan tangan untuk saling menguatkan,” ujarnya.
​Namun, berjalan bersama saja tidak lagi cukup di era saat ini. Bupati Kembang menyoroti tantangan modernisasi dan tren keviralaran di media sosial. Ia menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi gagap teknologi. Pola pendekatan konvensional dari pintu ke pintu kini wajib diakselerasi dengan pemanfaatan platform digital dan media sosial guna meraih pasar yang lebih luas dan mempertahankan kepercayaan publik.
​Koperasi masa kini dituntut menjadi urat nadi perekonomian Jembrana yang modern, yang mampu mengangkat derajat para petani, pedagang kecil, dan nelayan melalui ekosistem digital yang transparan.
​”Di era kekinian, anak muda kalau berbelanja sekarang gemar menggunakan aplikasi. Koperasi harus bisa juga menyesuaikan. UMKM sekarang, semua penjualan lewat online. Kita harus juga bisa! Koperasi harus modern, koperasi harus upgrade. Anggota direkrut yang betul-betul memahami administrasi dan teknologi,” tegas Bupati Kembang.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT Koperasi ke-79 Kabupaten Jembrana, Gede Nastra, menyampaikan laporan terkait perkembangan positif gerakan koperasi di Bumi Makepung. Berdasarkan data terkini, dari total 354 koperasi yang tercatat di Kabupaten Jembrana, sebanyak 288 koperasi dinyatakan dalam kondisi sehat.
“Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar koperasi di Kabupaten Jembrana masih sangat mampu menjalankan kegiatan usahanya dengan baik, memberikan pelayanan optimal kepada anggota, serta berkontribusi nyata dalam derap pembangunan daerah,” ungkap Gede Nastra.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jembrana, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Jembrana, serta seluruh instansi terkait atas bimbingan dan dukungan moral yang terus mengalir. Secara khusus, ia menyoroti dampak positif dari kebijakan strategis Pemkab Jembrana terkait penyaluran dana talangan atau dana pinjaman daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati dan semua ASN di Jembrana. Dengan cairnya dana talangan atau dana pinjaman daerah tersebut, koperasi kini mampu menyerap hasil panen wilayah subak secara optimal. Di sisi lain, pelayanan terhadap ASN juga berjalan baik melalui penyaluran beras lokal, sehingga mampu meningkatkan pendapatan, Sisa Hasil Usaha (SHU), serta memajukan keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) di Jembrana secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Prokopim Jembrana)

