Ida Bagus Putu, Prajurit Gugur di Papua Putra Jembrana dari Desa Batuagung

0
732

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Prajurit TNI, Pratu Ida Bagus Putu (23) yang gugur diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, Selasa (21/9) pagi merupakan prajurit asal Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali.

Almarhum yang memiliki nama lengkap Ida Bagus Putu Suarman.(23) menetap bersama orangtunya, Ida Bagus Ketut Sutelso (48) di Dusun Tungkul, Desa Hilir, Kecamatan Ngabang, Landak, Kalimantan Barat.

Ida Bagus Kade Kartono (51), paman almarhum yang menetap di Banjar Taman, Desa Batuagung mengatakan bahwa almarhum Ida Bagus Putu Suarman adalah keponakannya yang akrab disapa Gus Onthi.

“Ayahnya (Ida Bagus Ketut Sutelso) itu adik saya” ujar Ida Bagus Kade Kartono yang akrab disapa Gus Kartono, Rabu (22/9/2021).

Dirinya mengetahui keponakannya (Gus Onthi) telah meninggal dunia pada Selasa (21/9/2021) kemarin dari salah satu keluarga sepupunya. Disampaikan bahwa Gus Onthi meninggal dunia ditembak KKB Papua di Distrik Kiriwok, Kabupaten Pagunungan Bintang di Papua saat bertugas mengawal proses evakuasi jasad salah satu tenaga kesehatan.

Disebutnya adiknya Ida Bagus Ketut Sutelso (Ayah Gus Onthi) merantau ke Kalimantan Barat, sejak tahun 1992. Ia ikut merantau karena diajak oleh dirinya yang saat itu bekerja di sebuah hotel. Di Kalimantan Barat, adiknya juga diajak bekerja di hotel, tempat dirinya bekerja.

“Jadi waktu itu saya dan adik saya sama-sama bekerja di hotel yang sama” ujar Gus Kartono yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan.

Karena hotel bangkrut sambungnya, dirinya lalu memutuskan untuk kembali pulang ke Jembrana. Sedangkan adiknya memilih tetap merantau, bahkan hingga menikah dengan wanita asli dari Kalimantan Barat, Jero Sinta (nama setelah diupacarai suudhi wadani) yang merupakan ibu kandung almarhum Gus Onthi.

Baca Juga :  PSI Perintahkan Kader Awasi Program Kerja Pemda Terkait COVID-19

“Dari pernikahan itu adik saya punya dua orang anak semuanya laki-laki. Gus Onthi dan adiknya, kira-kira sekarang masih SMP” ujar Gus Kartono.

Menurutnya, keluarga adiknya sempat pulang dan ingin menetap di Jembrana. Mereka pulang bersama almarhum Gus Onthi yang saat itu baru berusia 3 tahun. Namun belum setahun, adiknya memutuskan untuk kembali merantau ke Kalimantan Barat hingga akhirnya memiliki rumah dan menetap disana.

“Sewaktu disini (rumah di Banjar Taman, Batuagung) Gus Onthi diasuh istri saya. Kalau di Kalimantan Barat adik saya wiraswasta buka usaha warung makan” jelasnya.

Disinggung terkait prosesi pemakaman jenazah, ia ingin agar upacara pengabenan Gus Onthi bisa dilaksanakan di Jembrana. Karena keluarga adiknya masih tercatat sebagai krama Desa Adat Batuagung dan semua iuran suka-duka ditanggung oleh dirinya.

“Beberapa keluarga juga minta supaya disini. Tapi adik saya minta supaya disana (Kalimantan Barat). Untuk upacara pengabenan katanya baru disini (di Jembrana), tapi menyusul” terangnya.

Dari informasi yang ia dapat, jenasah keponakannya (Gus Onthi) diperkirakan akan tiba di rumah duka di Kalimantan Barat malam ini. “Mungkin nanti akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan disana” imbuhnya.

Gus Kartono sebenarnya ingin membuat Upakara Ngaben Watangan atau semacam pengabenan secara simbolis. Namun, karena tidak memiliki biaya, dirinya hanya membuat banten soda untuk almarhum keponakannya.

“Karena tidak ada biaya, saya juga tidak bisa mengadakan Upcara Ngaben Watangan). Apalagi sekrang keadaan susah” ujar Gus Kartono yang juga sebagai salah satu warga kurang mampu di Desa Batuagung. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here