Balinetizen.com, Denpasar
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar hadirkan kegiatan “PASPORIA” yaitu “Paspor Minggu Ceria” yang diselenggarakan pada Minggu, 5 Juli 2026, di Plaza Renon, Denpasar.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendekatkan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat melalui pelayanan paspor yang mudah, cepat, dan nyaman di akhir pekan.
Dalam kegiatan tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menyediakan 50 kuota pelayanan paspor, yang terdiri dari 40 kuota melalui aplikasi M-Paspor dan 10 kuota walk-in atau pendaftaran langsung di lokasi kegiatan.
Penyediaan kuota ini merupakan bentuk komitmen Imigrasi dalam memperluas akses
pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan paspor.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari dengan tingginya minat warga untuk memanfaatkan layanan yang disediakan.
Seluruh proses pelayanan berjalan dengan tertib dan lancar, didukung oleh petugas yang memberikan pelayanan secara profesional, ramah, dan sesuai dengan standar pelayanan
publik yang berlaku.
Kehadiran layanan paspor dalam kegiatan “PASPORIA” merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Melalui kegiatan “PASPORIA”, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan paspor tanpa harus
menunggu hari kerja. Semangat Imigrasi untuk Rakyat menjadi landasan kami dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kami berharap kehadiran layanan ini dapat memberikan manfaat yang nyata serta meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap
pelayanan keimigrasian,” ujar R. Haryo Sakti, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna menegaskan bahwa pelayanan publik yang prima harus mampu menjangkau masyarakat secara langsung melalui berbagai inovasi.
layanan.
“Kegiatan PASPORIA merupakan salah satu bentuk transformasi pelayanan publik yang terus kami dorong di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kami ingin memastikan bahwa layanan keimigrasian tidak hanya mudah diakses, tetapi juga hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat Imigrasi untuk Rakyat, yaitu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Felucia Sengky Ratna, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali.(rls)

