Ihor Komarov Diintai 30 Hari Sebelum Diculik di Bali

0
213

 

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus kematian warga negara Ukraina, Ihor Komarov (28), yang ditemukan tewas termutilasi di muara Sungai Wos Teben, Banjar Keden, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman menyebut, sebelum diculik, korban ternyata sudah lebih dulu menjadi target dan diintai selama satu bulan penuh oleh para pelaku.

“Mulai dari satu bulan sebelumnya itu beberapa orang kami identifiksikan melakukan, mencari korban di seputar korban menginap,” ungkapnya, Senin (30/3/2026).

Pengintaian dilakukan secara sistematis di sekitar tempat tinggal korban di kawasan Jimbaran. Para pelaku secara bergantian memantau aktivitas korban dengan frekuensi tinggi, bahkan mencapai empat kali dalam sehari.

Rentang pengintaian tercatat berlangsung pada 25, 28, dan 29 Januari 2026. Dalam aksinya, pelaku menggunakan kendaraan yang berbeda-beda untuk menghindari kecurigaan.

Dari aktivitas tersebut, kamera CCTV di sekitar lokasi berhasil merekam wajah dan kendaraan yang digunakan para pelaku.

“Disitu kami telah mengidentifikasikan wajah yang terekam,” jelasnya.

Polisi juga mengungkap bahwa para pelaku menyewa sejumlah kendaraan menggunakan identitas palsu berupa paspor. Kendaraan ini digunakan secara bergantian selama proses pengintaian hingga penculikan.

Data GPS dari kendaraan-kendaraan tersebut turut memperkuat bukti pergerakan pelaku dalam memantau korban secara intensif sebelum hari kejadian.

“Bahwa (pelaku) memang tetap melakukan survei di daerah tempat menginap korban,” terangnya.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku yang melakukan pengintaian adalah orang yang sama saat penculikan hingga pasca kejadian.

Setelah korban berhasil diculik pada Minggu (15/2/2026) di wilayah hukum Polsek Kuta Selatan, korban kemudian dibawa ke beberapa lokasi menggunakan kendaraan berbeda.

Baca Juga :  Klungkung Tuan Rumah Forum Bappeda Litbang se-Bali 

Temuan bercak darah di kendaraan sewaan semakin menguatkan keterlibatan pelaku sejak tahap awal hingga akhir kejahatan.

“Orang-orang yang ada di kendaraan tersebut pada saat pra, sebelum kejadian, pada saat kejadian dan pasca kejadian adalah orang-orang yang sudah kami identifikasikan tersebut,” tegasnya.

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here