Imbas Demo, Kantor DPRD Jembrana Dijaga Pecalang dan Banser

0
247

 

Balinetizen.com, Jembrana

 

Imbas aksi demonstrasi di berbagai daerah termasuk di depan gedung DPRD Provinsi Bali, Kantor DPRD Kabupaten Jembrana dijaga ketat puluhan pecalang (petugas pengamanan desa adat) dan banser.

Ketua Pasikian Pecalang Kabupaten Jembrana I Made Pande Dwi Putra mengaku prihatin atas aksi demontrasi yang mengarah ke anarkis. Dan pihaknya berharap kejadian itu tidak terjadi di Jembrana.

“Kami melakukan pengamanan bersama TNI dan Polri agar situasi di Jembrana berjalan aman dan kondusif. Kami menolak adanya demontrasi yang anarkis,” ujarnya ditemui di Gedung DPRD Jembrana, Senin (1/9/2025).

Disebutnya sebanyak 49 orang pecalang dari Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana serta 7 orang banser dilibatkan dalam menjaga gedung DPRD Jembrana.

Dan mulai Selasa (2/9/2025) besok, kata dia, sebanyak 10 orang pecalang kembali diminta untuk membantu menjaga Kantor DPRD Jembrana hingga lima hari ke depan. “Tadi saat pertemuan dengan Ibu Ketua Dewan, kami pecalang kabupaten kembali diminta kembali ikut menjaga kantor (Kantor DPRD) selama 5 hari kedepan,” terangnya.

Pihaknya juga telah berkordinasi dengan pecalang desa untuk menjaga masing-masing wewidangan (wilayah) sehingga tetap kondusif. “Pecalang kita bagi dua shift. Siang 5 orang dan malam 5 orang,” imbuhnya.

Sementara Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, mengatakan, bahwa pengamanan dilakukan petugas gabungan Polri dan TNI serta melibatkan pecalang dan banser melihat beberapa aksi demonstrasi yang terjadi di beberapa daerah dan adanya rencana aksi 1 September di kantor-kantor DPRD seluruh Indonesia,

“Pengamanan ini sebagai antisipasi meskipun saya meyakini di Jembrana sangat kondusif. Sejauh ini memang belum ada surat atau pemberitahuan akan ada aksi, tetapi kita tetap antisipasi, siapa tahu ada kejadian,” sebutnya.

Baca Juga :  Presiden Akan Resmikan Pabrik Industri Baja hingga Tinjau Vaksinasi di Provinsi Banten

Menurutnya pengamanan dengan melibatkan pecalang dan banser setelah berkordinasi dengan Forkopimda. “Forkopimda merestui kita merangkul Jaga Bali yang kita punya, yakni Pecalang. Tidak saja DPRD, nanti bisa saja Kantor Bupati misalnya,” ujarnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here