Imunisasi Kejar JE, Langkah Efektif Cegah Penyakit Yang Mengancam Anak

0
214

 

Balinetizen.com, Buleleng

Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng sebut pentingnya pelaksanaan imunisasi kejar Japanese Encephalitis (JE) sebagai upaya nyata melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Yangmana program ini merupakan inisiatif nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Buleleng.

Plt. Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Gede Artamawan mengatakan imunisasi kejar JE menjadi sangat krusial, karena adanya penurunan cakupan imunisasi saat pandemi covid-19. Hal ini menyebabkan sejumlah anak tidak mendapat perlindungan maksimal terhadap penyakit yang seharusnya bisa dicegah, termasuk JE.

“Imunisasi JE ini sangat efektif. Jika cakupan imunisasinya optimal, maka penyakit ini seharusnya tidak muncul. Namun karena sempat terhenti saat pandemi, celah-celah itu harus segera ditutup melalui program imunisasi kejar,” ucapnya menegaskan pada Kamis (12/6/2025).

Iapun menjelaskan, bahwa JE merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex. Dimana hal ini berbeda dengan nyamuk penyebab demam berdarah. “Anak-anak yang belum memiliki kekebalan terhadap virus ini, sangat rentan tertular dan dapat mengalami gangguan sistem saraf pusat,” terang Artamawan.

Lebih lanjut dikatakan manfaat utama dari imunisasi kejar ini adalah memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak usia 10 bulan hingga kurang dari 5 tahun. Artinya anak-anak dalam kelompok usia ini menjadi sasaran utama, karena berada dalam masa rawan terhadap infeksi JE.

“Begitu divaksin, tubuh anak akan membentuk kekebalan sehingga tidak akan mudah tertular meskipun digigit nyamuk pembawa virus JE. Ini adalah perlindungan jangka panjang yang sangat penting,” jelasnya.

Menurut dia, pelaksanaan imunisasi juga didukung penuh dengan sistem pencatatan yang rapi, baik melalui buku KIA maupun aplikasi digital bernama SMILE.

Baca Juga :  BRI dan Pemprov Bali Tandatangani Kesepakatan Bersama, Siapkan Online Banking System Retribusi Bagi Wisatawan Asing

“Dengan sistem ini, riwayat imunisasi anak dapat dilacak secara akurat, sehingga petugas kesehatan bisa memastikan sasaran imunisasi yang belum tercapai,” paparnya.

Artamawan juga menyampaikan bahwa ketersediaan logistik dan sumber daya manusia sudah sangat mencukupi. Mulai dari vaksin, alat suntik, hingga tempat penyimpanan telah dipetakan dan siap didistribusikan ke seluruh wilayah Buleleng. Saat ini, pihaknya masih menunggu waktu pelaksanaan yang ditentukan setelah koordinasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Bali.

“Warga masyarakat, terutama para orang tua, untuk tidak ragu mengikuti program imunisasi kejar ini,” tegasnya.

“Vaksin JE sudah terbukti aman dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sangat jarang terjadi. Dan vaksin ini gratis, aman, dan sangat efektif. Jangan sampai anak-anak kita kehilangan kesempatan untuk mendapat perlindungan hanya karena ragu atau kurang informasi. Jika ragu-ragu, silakan datang ke Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya untuk bertanya dan mendapatkan penjelasan,” tegasnya.

Selain vaksinasi, Artamawan juga menekankan pentingnya upaya bersama dalam mengurangi risiko gigitan nyamuk dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Vaksinasi tetap menjadi langkah paling efektif dan efisien dalam pencegahan penyakit JE,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here