Ini Cara Anggota DPRD Denpasar Emiliana Sri Wahjuni Peringati Hari Ibu, Ajak Perempuan Jangan Takut Berprestasi

0
572

Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni S.E.,(tengah kiri) bersama para sahabat dan tokoh perempuan memperingati Hari Ibu 2019.

Balinetizen.com, Denpasar

Peringatan Hari Ibu 22 Desember Tahun 2019 ini menjadi momen yang istimewa bagi Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni S.E., yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar.

Baginya Hari Ibu bukan hanya sekadar penghormatan terhadap jasa-jasa para ibu di seluruh dunia, namun juga menjadi semacam “lonceng pengingat” baru setiap perempuan pada akhirnya akan berperan sebagai seorang ibu dan harus saling memberikan dukungan

Karenanya perempuan diajak terus mengisi diri, jangan takut mengejar prestasi dan jangan gampang menyerah. Sebab seorang perempuan maupun seorang ibu dituntut untuk menjalankan banyak peran dan menjadi penopang laki-laki, tumpuan keluarga.

“Perempuan, seorang ibu itu multi peran, multi talenta. Dan perempuan, ibu-ibu harus bersatu. Mari perempuan dukung perempuan,” kata Emiliana Sri Wahjuni, Sabtu (21/12/2019) bersama sejumlah ibu-ibu saat memperingati Hari Ibu di Denpasar.

Acara yang dikemas sederhana namun penuh makna ini juga menjadi semacam napak tilas perjuangan Emiliana Sri Wahjuni yang akhirnya berhasil lolos ke DPRD Kota Denpasar dapil Denpasar Denpasar Selatan dari PSI (Partai Solidaritas Indonesia) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Ia menjadi satu dari dua anggota Dewan perempuan DPRD Kota Denpasar bersama Putu Meta Dewinta Wandy dapil Denpasar Timur dari Partai Golkar.

Tampak hadir dalam peringatan Hari Ibu ini yang juga jadi ajang reuni bagi mantan caleg perempuan dari PSI untuk DPRD Kota Denpasar seperti Dra. RR. Hastha Siwie Handini, M.Si., Luh Swalini, Anak Agung Sagung Ayu Pranita Dewi.

Baca Juga :  IWO Bali: KTT G20 adalah Vitamin untuk Mendongkrak Kemajuan Pariwisata Bali

Hadir juga sejumlah sahabat Emiliana Sri Wahjuni seperti Hana Sri Purwati (pengusaha properti dan owner produk fesyen rajut), Wayan Sukartini (konsultan dan agen produk kosmetik), Dona Kusuma pendiri Komunitas Care and Reach (komunitas untuk keluarga dengan anak berkebutuhan khusus), tokoh perempuan serta sejumlah ibu-ibu.

“Saya sampaikan terima kasih kepada para perempuan, para ibu-ibu yang telah mendukung saya selama ini. Mari kita terus bersatu perempuan dukung perempuan maka kita akan terus maju bersama,” kata Emiliana Sri Wahjuni.

Berkaitan dengan peringatan Hari Ibu ini, Emiliana Sri Wahjuni berpesan kepada para ibu di Bali khususnya di Kota Denpasar agar jangan putus asa. Jangan pula sampai terjebak pada stigma bahwa perempuan, ibu-ibu hanya mengurusi  “dapur, sumur dan kasur”.

Pandangan itu sudah kuno dan tidak relevan lagi di era kekinian dan tidak sejalan dengan spirit emansipasi perempuan dan kesetaraan gender.

Dalam setiap kesempatan bertemu dengan kalangan perempuan dan ibu-ibu, Emiliana Sri Wahjuni juga tak bosan-bosanya memberikan edukasi dan menggugah kesadaran kalangan perempuan khususnya generasi muda perempuan untuk jangan takut berprestasi.

Kaum muda perempuan maupun ibu-ibu harus mampu “unjuk gigi” menorehkan prestasi di masing-masing bidang yang ditekuninya. Karenanya tidak ada lagi istilah perempuan tempatnya hanya di “dapur, sumur dan kasur”. Melainkan harus berani keluar berprestasi.

“Perempuan, ibu-ibu punya hak untuk maju. Saya ajak perempuan dan ibu-ibu jangan takut berprestasi, harus mampu menginspirasi. Yang tentukan berhasil atau tidak adalah prestasi bukan karena gender,” kata Emiliana Sri Wahjuni, ibu dari dua orang putri ini.

Ia juga menanamkan motivasi dan keyakinan bahwa perempuan dan ibu-ibu itu bisa menjadi hebat di segala hal dan harus kuat dengan berbagai cobaan atau ujian kehidupan. Jangan pernah menyerah.

Baca Juga :  APEDI Bali Sowan Ke Senator Bali Aryawedarka, Sosialisasikan Penggunaan Kantong Kresek Singkong

“Difitnah, direndahkan anggap hal biasa. Anggap itu ujian, bumbu dan resep dalam masakan kehidupan dan harus kita jawab dengan karya dan prestasi,” tutup Emiliana Sri Wahjuni.

Hana Sri Purwati yang merupakan pengusaha properti dan owner produk fesyen rajut mengamini apa yang disampaikan Emiliana Sri Wahjuni. Bahkan ia mengibaratkan perempuan, ibu-ibu seperti smartphone yang bisa multifungsi. “Ibu yang smart akan melahirkan generasi penerus bangsa yang smart,” katanya.

Mantan caleg PSI untuk DPRD Kota Denpasar Anak Agung Sagung Ayu Pranita Dewi yang juga pengusaha perempuan menambahkan ada tiga karakteristik yang harus dimiliki seorang perempuan juga ibu-ibu yakni Smart, Brain, Behavior.

“Jadi tidak cukup cerdas dan punya otak yang bagus dengan kreativitas dan inovasi tinggi tapi juga harus punya perilaku yang baik. Ini yang akan melahirkan generasi emas Indonesia yang berkarakter baik,” tandas Pranita. (dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here