Jaya Negara Hadiri Karya Pujawali dan Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Sari Buana Desa Tegal Arum

0
391

Teks Foto : Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara saat menghadiri dan melaksanakan mendem pedagingan di dasar bale kulkul serangkaian upacara Pujawali, melaspas dan mendem pedagingan Bale Kulkul di Banjar Sari Buana Desa Tegal Arum, Kecamatan Denpasar Barat yang bertepatan dengan Pujawali Rahina Tumpek Landep, Sabtu sore, (21/12).

Balinetizen.com, Denpasar

Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara menghadiri karya Pujawali, melaspas dan mendem pedagingan Bale Kulkul di Banjar Sari Buana Desa Tegal Arum, Kecamatan Denpasar Barat. Pelaksanaan renovasi bale kulkul yang dilaksanakan sejak bulan april 2019 dan telah rampung secara keseluruhan pada bulan desember ini, maka dari itu krama Banjar Sari Buana Desa Tegal Arum melaksanakan karya melaspas dan Mendem Pedagingan Bale Kulkul bertepatan dengan Pujawali Rahina Tumpek Landep, Sabtu sore, (21/12).

Dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota IGN Jaya Negara berkesempatan melaksanakan mendem pedagingan di dasar bale kulkul.

Wakil Walikota Denpasar, Jaya Negara mengatakan Kota Denpasar sebagai kota berwawasan budaya tentu denyut kehidupan masyarakatnya tak pernah lepas dari aktivitas adat, seni dan kebudayaan yang kuat.

“Pemelaspasan bale kulkul dan mendem pedagingan ini diharapkan mampu membawa krama banjar kedalam kesejahteraan dan kebaikan jasmani maupun rohani agar dapat terus mendukung pembangunan di Kota Denpasar yang kita cintai ini,” ujarnya.

Sebelum upacara Melaspas Bale Kukul di mulai, acara di awali dengan Mecaru Panca Sata dengan caru bebek bulu sikep dan ayam brumbun. Rentetan upacara juga dipersembahkan tari Wali,  Rejang  dan Tari Topeng Sidhakarya.

Manggala Karya sekaligus Penyarikan Banjar Sari Buana, Wayan Warsa yang di temui di sela-sela karya mengatakan, karya ini dilakukan karena pembangunan pembaharuan Bale Kukul di Banjar Sari Buana ini baru saja rampung di dikerjakan. Renovasi ini dilakukan mengingat bangunan bale kukul yang terdahulu sudah rapuh termakan usia dan pondasi yang tidak begitu kokoh, dimana bangunan sudah berdiri dari tahun 1983.

Baca Juga :  Polisi Indramayu Tembak Dua Pencuri Akibat Melawan

Oleh karena itu atas hasil musyawarah warga banjar diputuskan untuk dilakukan pamugaran  bale kukul yang baru dengan pondasi yang lebih kuat. Dimana renovasi bale kukul ini dilakukan selama kurang lebih sembilan bulan lamanya. Yang mana pembangunan bale kukul ini dikerjakan dengan biaya yang di dapat bantuan Pemerintah dan urunan warga banjar Sari Buana yang berjumlah kurang lebih 861 KK, dengan total biaya keseluruhan baik dari bangunan fisik kurang lebih sebesar 290 juta rupiah.

Lebih lanjut dijelaskan upacara ini dipuput oleh Ida Peranda Gede Putra Abian, dari Geriya Manduang Klungkung. “Kami bersama warga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, dan  Wakil Walikota IGN Jaya Negara karena sudah bisa hadir dan telah memberikan perhatian serta bantuan kepada warga Banjar Sari Buana dan diharapkan juga pemerintah agar bisa terus memperhatikan budaya dan tradisi seperti ini agar kedepannya warisan budaya Bali tetap terjaga dengan baik. (ays’/humas.dps).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here