Jembatan Penghubung di Desa Yehembang Kauh Mulai Dikerjakan

0
196

 

Balinetizen.com, Jembrana-

Jembatan penghubung antar desa di Banjar Sekar Kejule, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo mulai dikerjakan. Sejumlah alat berat sudah beroperasi mulai hari ini, Selasa (16/5/2023).

Jembatan penghubung Yehembang – Kedisan sebelumnya ambruk dan putus setelah diterjang banjir bandang bulan Oktober 2022 tahun lalu.

Jembatan dengan panjang 35,8 meter dan lebar 4,80 meter dibangun menggunakan anggaran BKK Provinsi Bali senilai Rp 4,6 miliar lebih. Pengerjaan jembatan ditarget rampung pada tanggal 3 November 2023 dengan masa pengerjaan 180 hari kalender.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan pembangunan jembatan Yehembang-Kedisan menjadi prioritas karena merupakan akses masyarakat beraktivitas, termasuk akses menuju ke sekolah SMPN 3 Mendoyo.

“Karena merupakan akses utama masyarakat sehingga menjadi prioritas kita” ujar Bupati Tamba disela-sela kunjungannya memantau pengerjaan proyek jembatan, Selasa (16/5/2023).

Pihaknya juga sedang terus berupaya memperbaiki dan membangun fasilitas maupun infrastruktur. Salah satunya jalan rusak yang juga menjadi prioritas pemerintah daerah. “Perbaikannya nanti dengan mengusulkan ke Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian PUPR melalui DAK” terangnya.

Sementara itu, Kadis PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta mengatakan jembatan dibangun ulang dengan struktur lebih tinggi dari sebelumnya. “Kenaikannya kurang lebih sekitar 3 meter dari posisi semula. Sehingga ketika terjadi air bah seperti sebelumnya bakal aman. Artinya air bakal mengalir di bawah jembatan” ungkapnya.

Jembatan menurutnya dibangun menggunakan anggaran senilai Rp.4,6 miliar lebih yang bersumber dari BKK Provinsi Bali. (Komang Tole).

Baca Juga :  Musda XI Partai Golkar Jembrana, Joni Calon Tunggal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here