Kadek Doni Riana Peduli Kasih Bayi Kembar Kekurangan Gizi Di Tinggal Kedua Orang Tuanya Di Desa Tegalinggah

0
348
Praktisi hukum Kadek Doni Riana,SH,MH menyempatkan diri berkunjung ke Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rabu, 16 Februari 2022.

 

Balinetizen.com, Buleleng-

Praktisi hukum Kadek Doni Riana,SH,MH yang akrab disapa KDR ini, ditengah kesibukannya sebagai advokat menyempatkan diri berkunjung ke Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Rabu, 16 Februari 2022 sekitar Pukul 14.00 Wita. Kunjungannya itu, untuk memberikan sentuhan bantuan tali kasih kepada si bayi kembar yang kurang bergizi lantaran ditinggal oleh kedua orang tuanya.

Mirisss dan memperihatinkan, bila melihat kondisi si bayi kembar berjenis kelamin laki-laki berusia dua bulan yang diasuh oleh kedua neneknya, sedangkan kakeknya telah meninggal dunia. Bayi malang ini, merupakan hasil buah cinta pasangan suami istri yakni LMSD dengan GES berasal dari Desa Tegallinggah.

Yang sangat mengejutkan, kepergian ayah kandung dari sibayi kembar adalah meninggal dunia dengan cara gantung diri di RT 8 Perumahan Griya Mesari, Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Kamis, (3/2/2022) lalu sekitar Pukul 12.10 Wita.

Keberadaan si bayi kembar bernasib malang dalam kondisi kekurangan gizi dan tidak ada kedua orang tua kandungnya ini, memantik kepedulian banyak kalangan untuk berkunjung dan memberikan sentuhan tali kasih, agar sibayi kembar sehat dan kuat. Seperti sentuhan kasih yang dilakukan dari pihak Kepolisian Sektor Sukasada, Kejaksaan Negeri Buleleng, pemerintah dan beberapa orang masyarakat lainya, serta dari praktisi hukum Kadek Doni Riana,SH,MH didampingi Adv. I Kadek Angga Satya Pardidinata Mp,SH, AAA. Dessy Cynthia Dewi,SH, Kadek Intan Rahayu,SH, Kadek Wiwin Pradina,SH.

Dalam pantauan metrobali.com saat Kadek Doni Riana berkunjung kerumah sibayi kembar di Banjar Dinas Lebah Pupuan, Desa Tegallinggah disambut dan diterima oleh pihak keluarga si bayi kembar, pada Selasa, (16/2/2022) sekitar Pukul 14.00 Wita.

Baca Juga :  Update Covid-19, Kasus Sembuh Bertambah 34 Orang

Saat berdialog antara Kadek Doni Riana dengan pihak keluarga sibayi kembar, disebutkan bahwa sebelum ayah sibayi kembar meninggal dunia, sibayi kembar ini tidak henti-hentinya menangis yang membuat pihak pengasuh si bayi kembar menjadi kebingungan.

“Firasat sebelum ayahnya meninggal dunia, sibayi kembar menangis saja,” ucap Made Arta didampingi keluarga lainnya.

Iapun mengucapkan rasa terimakasih atas kunjungan dan keperihatinan Kadek Doni Riana bersama kawan-kawan untuk melihat secara langsung kondisi dan keberadaan si bayi kembar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya, dan kami juga tidak menyangka kedatangan pak Doni Riana yang sungguh mengejutkan kami. Semoga dimurahkan rejekinya, dan cucu kami selalu diberikan kesehatan ” tandasnya.

Sementara itu, Kadek Doni Riana mengatakan diketahui keberadaan si bayi kembar kurang bergizi dan ditinggal oleh kedua orang tuanya dari berbagai media dan sudah viral.

“Meskipun kami banyak kesibukan, namun kami menyempatkan diri menjenguk sibayi kembar ini. Semoga sibayi kembar ini menjadi sehat, kuat dan panjang umur. Siapa tahu nanti bisa jadi advokat juga,” ujar Doni Riana sembari senyum.

“Saya ada sedikit tali kasih untuk keperluan si bayi kembar, dan astungkara semoga bermanfaat untuk asupan susu maupun keperluan lainnya bagi si bayi kembar ini,” pungkasnya.

 

Pewarta : Gus Sadarsana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here